Labels

Sabtu, 09 Mei 2009

berpikir terbalik

"Ketika kamu kerja, tidur, melakukan aktivitas lainnya, aku ada dimana?"

Pertanyaan yang membuat saya sedikit tersentak dan cukup memutar otak ketika harus diminta cepat menjawabnya.

Selama ini saya selalu merasa apapun yang saya lakukan, baik ketika saya bekerja juga ketika saya sedang bersama keluarga, dia - pasangan saya - selalu mengerti, paham dan akan tetap berada disitu.
Ternyata tidak sama halnya dengan apa yang saya pikirkan..
Dia merasa kurang dengan "porsi" yang sudah saya takar.

Kenapa pikiran saya tidak dibalik dengan, bagaimana jika dia tidak lagi dgn pengerrtiannya, tidak lagi sabar untuk selalu menerima keterbatasan saya, tidak lagi ada disitu.

Hmm,,mungkin saya yang terlalu egois dan beranggapan bahwa dia akan selalu sabar, dia akan selalu 'menunggu' sampai tiba pada waktunya kita bisa meluangkan waktu jauh lebih banyak.
Ya, terlalu takabur, karena menganggap diri ini hebat, sampai bisa membuat dia mau saja diperlakukan demikian.

Yang, pasti untuk jawaban dari pertanyaan di atas tadi, ya itu dia..
Saya menempatkan dia sebagai orang yang paling saya sayangi, ini lebih dari yang bisa dilihat, Menempatkan dia di posisi yang paling penting dalam hidup, hanya mgk salah dalam implementasinya.

Semoga, pikiran bisa berbalik, sehingga bisa lebih 'normal' memperlakukan dia dengan jauh lebih baik, dan semoga memang dia selalu bisa sabar dengan hubungan ini.

GajaH sayang Bintangnya.