Labels

Minggu, 24 Oktober 2010

Curang

Berbuat curang kadang memang tidak perlu sembunyi-sembunyi
Karena toh akhirnya saya tahu juga
Dengan cara apapun

Rasanya namun tetap sama
Menyakitkan

Atau mungkin yang terang-terangan ini yang membuat begitu menyakitkan

Inikah buah tangan dari sini?
Saya perlu tersenyum menerimanya atau diam kemudian pergi?

Saya sepertinya sudah cukup menjaga
Atau memang hanya perlu saya saja?
Lalu semua menjadi selalu baik?

Ketika semua pantas mati,
maka mungkin karena saya
saya yang tidak cukup dan tidak mencukupi

Rabu, 20 Oktober 2010

Cara

Sembunyi di setumpuk pasir
Jika saya seekor laba-laba pemangsa
Di gurun

Membatu tak bergerak
Jika saya seekor ular derik
Di gurun

Jika itu dapat menjadi umpan
Lalu perut tak lagi lapar

Menggerakkan ekor
Jika saya seekor tupai
Merasa terancam

Mengendus perlahan
Jika saya seekor musang
Merasa terancam

Jika itu dapat membuat saya berani
Lalu saya dapat bertindak

Bergerombol mengejar mangsa
Jika saya seekor singa
Di padang rumput yang luas

Menerjang awan mengikuti angin
Jika saya seekor burung
Bermigrasi

Jika itu dapat membuat saya nyaman
Lalu saya percaya diri

Patut mengikuti cara hewan?
Untuk mendapatkan nyaman, lalu percaya diri
Untuk mendapatkan berani, lalu bertindak
Untuk menjadi umpan, lalu kenyang dan senang

Patut mengikuti cara hewan?
Jika menginginkan seorang penggila hewan...?

Selasa, 19 Oktober 2010

Sesat

Lalu lintas pikuk
Tak ada celah untuk menerobos
Atau saya tak tahu caranya

Waktu hanya terisi kalimat
Tak ada ucapan
Terlebih perbincangan
Tak ada topik
Atau saya tak tahu caranya

Meluap dan meluap
Tak tertampung
Tak terbendung

Bagaimana bisa terasa
Menyentuhpun tak pernah
Bagaimana bisa terlihat
Menampakkanpun tak pernah
Bagaimana bisa terdengar
Suarapun tak pernah ada

Saya seperti seorang bodoh
Pemerhati yang tak mengerti
Kuat keinginan namun tak pandai

Lakukan

Jika benar pengetahuan adalah pencapaian tertinggi manusia..
maka saya ingin tahu..
Tidak pas mungkin dengan maksud kalimatnya
Tetapi saya benar-benar ingin tahu

Bukan pencapaian tertinggi mungkin
Tetapi keinginan yang paling dalam
Perlu jawaban, agar saya tahu

Saya akan lakukan itu...
untuk saya tahu
lalu saya tentukan langkah

Terkadang kita harus ambil resiko
Terutama ketika hati yakin akan apa yang kita inginkan
Yang bukan hanya untuk saat ini saja
Tetapi untuk selamanya.

Nyaman mungkin
setelah menjadi tahu

Tanna

Satu waktu...
Ketika sekelompok orang dari Pulau Tanna berkumpul dengan orang Inggris, yang pertama mereka katakan adalah,

"Kami adalah orang kulit hitam dan kalian adalah orang kulit putih. Kami adalah tinta, dan kalian adalah kertas. Kami tidak akan berguna jika tak ada kertas, begitu pula kalian, tak bermakna jika tak ada tinta yang tertuang di dalamnya.."

Mestinya seperti itu...
Hidup rukun, perbedaan tidak dijadikan pemicu perselisihan
Toh tanpa adanya si putih, si hitampun tak ada..
Tak ada istilah miskin, jika kaya tidak ada..
Tak ada istilah baik, jika buruk tak pernah ada..

Semua istimewa karena ada perbedaan..

Tidak melulu dan lantas marah lalu berperang karena ada yang tak sama..
Tapi tidak juga menjadi tak peduli..

Tak perlu memaksakan beda menjadi sama
Jika semua terlahir sama, lalu apa masing-masing kita ini?
Tak ada yang perlu dilihat, dipelajari dan dipahami..

Manusia adalah makhluk yang cenderung mudah bosan..
Karena itu mungkin lalu ada banyak hal yang tak sama
Hanya perlu bersyukur
Cara lain bersyukur adalah dengan berpikir, mengerti, toleransi lalu rukun..

Saya tak paham dengan perang yang disebabkan karena perbedaan..
Yang merasa bersih memerangi yang terlihat kotor
Yang merasa lurus memerangi yang berjalan belok dan berkelok-kelok
Seperti merekalah Tuhan itu, yang patut menghukum

Selama tidak mengganggu, tidakkah dibiarkan masing-masing berjalan dengan caranya..?
Selama tidak mengganggu, biarkan seperti itu..
Hitam putih...
Indah dan beragam...
Belajar dari sekelompok Tanna yang mengerti perbedaan..

Jika Dulu

Saya namakan pejuang,
Ya itu dulu...

Giat mencari cara untuk menjadi seorang penakluk
Selalu memiliki gagasan untuk selalu disambut

Lihat saya sekarang..

Otak yang tak lagi tajam
Entah karena menua, entah karena pengalaman
Hati yang terlalu berhati-hati
Atau hanya ketakutan semu

Tahu yang saya inginkan
Tetapi tak tahu lagi caranya

Jika dulu...
Saya masih cukup berotak
Masih cukup punya nyali...

Sekarang...
Hanya mampu berharap..
Bermimpi...
Kembali berharap...

Syukron...

Seperti biasa...barang yang dipegang, kalau sedang tidak cukup konsentrasi bisa terlepas dan atau lupa menyimpannya.
Hari ini... dompet...!
Jatuhnya tidak sadar...
Tiba-tiba ada yang mengembalikan ke kantor...tanpa ada satupun yang hilang..
Subhanallah...takjub...
Terima kasih untuk-Nya
Terima kasih juga untuk pria yang mengembalikan dompet...

Selasa, 12 Oktober 2010

memburu waktu

ingin cepat lewat hari rabu..
sepertinya lebih santai..
saat ini jam 3 pagi
dan saya belum boleh tidur

mata merah
muka kusut
pemandangan yang biasa

ingin cepat lewat hari rabu...

Minggu, 10 Oktober 2010

"Pop..hari ini musibah banget, tadi pagi kena tilang, maghrib aku nabrak motor orang dari belakang, tadi siang handphoneku ilang.."

Mendapat pesan masuk dari saudara sekaligus teman terdekat membuat saya merasa simpati..

Saya segera menghubunginya, dan seperti biasa, dia selalu riang.
Saya sempat terpikir akan perlu menenangkannya, ternyata tidak sama sekali.
Untuk usia yang belum terlalu matang, dia cukup dewasa.

"Mungkin karena aku kurang sedekah, terkadang lewat waktu sholatnya, puasa sunat udah mulai aku lalaikan, jadi aku ikhlas, semoga untuk yang ambil handphoneku, itu bisa bermanfaat buat dia."

Saya lalu berpikir, apalagi dengan saya...
Saya tidak ingin mendapatkan 'teguran' jika saya lalai, tetapi selalu saya banyak lupa untuk sesuatu yang wajib saya lakukan, apalagi yang sunat.

Tidak ada nada kesal atau marah dalam nada suaranya, saya sebelumnya yang justru merasa panik setelah membaca pesan tadi, jadi merasa ikut tenang. Dia cukup pandai menata hati. Saya belajar darinya..

Semoga dia yang sudah baik, selalu baik dan semakin baik..

Rabu, 06 Oktober 2010

Singa Mengincar Sang Kembar

Hey...Lari kemana?
Kau tak lihat tulang runcingku yang gagah?
Menopang tubuh dengan sempurna

Tidak kau lihat bulu lebat yang hangat?
Mata tajam menyelidik
Kau lari kemana?

Menyebar seperti ingin membuatku bingung
Makin menjauh
Bukan ku tak mampu mengejarmu

Lariku cepat
Terkadang mudah lelah
Jangan biarkan harus mengincar dua mangsa

Mempesona
Energi berkharisma
Seperti tak ingin dikejar

Kau merasa tertantang jika kau tak tahu
Kau mendekat karena perubahan
Sang kembar, berlari-lari

Labil yang membuatku tersenyum, singa yang mencari mangsa
Spontanitas yang menakjubkan, dari sang kembar yang ku incar
Tidak untuk hidangan sarapan atau makan malam
Bukan untuk kusantap

Aku singa yang mengincar
Sang kembar yang menyilaukan..

astrophobia

Melihat layar televisi, monitor komputer yang menampilkan galaksi, planet, bulan, matahari dan semua yang terkait dengan bintang dan luar angkasa, dapat menimbulkan gejala ini :
sesak napas, pusing, keringat berlebihan, mulut kering, merasa sakit, gemetar, jantung berdebar-debar, ketidakmampuan untuk berbicara atau berpikir jernih, yang takut mati, menjadi gila atau kehilangan kontrol, sebuah sensasi detasemen dari realitas atau serangan kecemasan penuh sesak nafas. Maka sudah pasti termasuk orang yang memiliki kelainan yang disebut Astrophobia.
Jangankan melihat layar yang cukup besar, melihat gambar dengan ukuran kecilpun sudah ingin segera membuangnya karena ketakutan.

Dengan sangat menyesal, saya memiliki kelainan ini.
Cukup banyak orang yang tahu, terkadang menjadi bulan-bulanan..
Beberapa orang teman sengaja memajang poster yang 'menyeramkan', di jendela kamar, ada juga teman yang sengaja mengganti wallpaper desktop dengan gambar planet.

Sudah sejak lama, bahkan dulu ketika umur masih di bawah sepuluh tahun, sering kali ketakutan menyalakan televisi jika sendiri. Karena saya masih ingat, pernah satu kali menyalakan televisi dan tayangannya adalah tentang bumi. Seketika saya matikan televisi dengan kasar lalu lari, panik.

Seorang pakar mengatakan hal ini disebabkan oleh adanya cabang dalam pikiran seorang penderita astrophobia ketika ditunjukkan dan melihat benda yang 'berbau' luar angkasa. Yang dapat merubah keyakinan, pikiran, strategi dan kebiasaan orang tersebut.
Ada terapi yang bisa dijalankan, yang mana kemungkinan untuk sembuhnya adalah 85%.
Ada pula terapi yang mana seorang penderita tidak perlu bertemu dengan psikolog untuk dapat sembuh, cukup melalui perbincangan di telepon dan bisa juga dengan membaca artikel yang tersedia.

Saya sudah membacanya, tapi tidak ada pengaruhnya.
Bahkan selain bintang, saya selalu ketakutan dengan beberapa gambar lain jika 'disajikan' dalam ukuran yang cukup besar.

Saya selalu menolak dan menjadi sangat tidak suka dengan tayangan, film, artikel mengenai perbintangan.. Padahal saya tertarik untuk tahu mengenai astrologi..

Ingin sembuh, karena saya ingin menikmati apa yang orang lain dapat nikmati...
Ya.. menurut orang lain, apa yang saya takuti tidak masuk akal...

Raja

Raja dari pulau cinta
Mendekam dalam mimpi indah
Tidur dalam pangkuan kekasih

Salah satu dari cinta sejati
Bersinar dengan caranya

Aku ingin berdansa denganmu
Menyaksikan orang hidup dan mati dalam rahmat-Nya
Sampai laut mengering tanpa jejak

Kau tersenyum, menatap lalu pergi
Aku terjaga dalam kemarahan
Menggantikan bahagia

Keteduhan matamu
Meyakinkanku
Aku bukan apa-apa
Tak tahu apa-apa

Aku rindu...

Kau bukan batu lompatan
Kau adalah pegangan
Kau tak pernah hilang

Aku rindu...

Raja dari pulau cinta
Kujaga Dewimu
Tak yakin yang kuhadapi
Kupahami yang kau tunjukkan...

Aku rindu...
Ayahku...

--------------------------------------------------------------------------------------------------

15 tahun 7 bulan 10 hari...tanpamu
Aku rindu..
Sangat rindu..

Kau ajarkan aku, apa dan untuk apa hidup...
Aku bangga memilikimu...
Selalu bangga...

--------------------------------------------------------------------------------------------------
Pap...Ang Sayang Papap...
Sakit menahun mungkin memang lebih baik ditinggalkan..
Diganti sehat yang abadi..

Semua hal baik yang dilakukan didedikasikan untuk lelaki lembut, baik, bertanggung jawab, pintar, tampan, yang paling membanggakan dan paling aku sayang...Ayahku...

Selasa, 05 Oktober 2010

Surat Untuk (sebuah) Volkswagen


Bumblebee..
Volkswagen yang benar-benar bisa diajak bicara

Belum pernah benar-benar bisa melepasmu
Teman yang baik untuk menemani banyak perjalanan
Teman yang baik juga untuk menemani beberapa kali kegiatan yang orang bilang bobo pake gohan alias pacaran ^_^

Satu-satunya teman yang bisa membuat orang melihat sampai memutar kepala
Yang bisa membuat orang berhenti untuk sekedar bertanya "tahun berapa?" bahkan "mau dilepas berapa?"

Bee..saya benar-benar menikmati proses perbaikanmu
Luar dan dalam..

Meskipun saya beberapa kali dibuat agak jengkel juga
Pernah satu waktu kamu tiba-tiba berhenti di depan mall ramai pengunjung & sama sekali tidak mau 'bangun' & manja ingin diderek..
Setelah tidak ada lagi, saya merasa itu lucu.

Maaf karena saya harus melepas teman yang setia
Tidak perlu berlama-lama menjadi berkarat, saya sudah menemukan 'tuanmu' yang baru
Semoga dia lebih baik dalam mengurusmu

Mulai merasa kehilangan...

Sekarang, saya benar-benar harus minta maaf karena saya sudah dengan yang lain.
Yang ini sama mungilnya, dengan fungsi & muatan yang sama... Saya minta maaf...

Tapi tetap yang tak tergantikan adalah kamu Bee..

Kamu bukan mobil, Kamu adalah Volkswagen...
Kangeeenn....

Melarikan diRi

"Dikarenakan selama mengikuti proyek ini saya menjadi sering sakit-sakitan, saya mengundurkan diri. Saya yakin teman-teman yang lain mampu menyelesaikannya tanpa saya."

Saya diam membaca pesan singkat ini.
Yang terlintas bukan simpati karena dia yang memiliki tanggung jawab lebih besar menjadi sering sakit, tapi pengunduran dirinya dari kegiatan ini yang terkesan lari disaat yang sangat tidak tepat.

Saya terlibat dalam kegiatan ini, jujur karena beliau.. Beliau yang meminta tolong dan saya yakin pekerjaan ini dapat diselesaikan karena ada beliau yang tentunya jauh lebih paham isi pekerjaannya. Meskipun ada unsur air minum yang memang sesuai bidang saya, tapi pekerjaan ini lebih mengarah ke pembiayaan, ya...finansial.. Saya tidak paham itu.

Waktu yang sangat tidak tepat, karena 2 minggu ini kami dikejar untuk selalu asistensi & minggu depan kami harus presentasikan isi laporan yang kami buat.

Pekerjaan ini bukan pekerjaan teknis, tapi manajemen dan saya bukan ahlinya.
Ini bukan masalah chemistry saya & dua teman yang lain dengan pemberi kerja lebih baik seperti yang dia bilang, sehingga merasa jika beliau tidak terlibat semua tetap berjalan baik.

Maaf, tapi saya tidak bisa menerima pengunduran diri dengan alasan seperti itu.
Dimata saya, maaf... ini terkesan melarikan diri..
Setidaknya hadapi dulu pertemuan minggu depan, sebagai itikad baik. Lalu carikan kami pengganti.
Rasanya untuk menjadi profesional, beliau mestinya lebih paham daripada saya.

Saya menyesal dengan keputusannya yang sebelah pihak & tidak dapat diganggu gugat.

Senin, 04 Oktober 2010

Aturan

Tidak pernah mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal, terlebih private no
Tidak pernah ingin menghubungi orang jam 6 sore, atau masuk waktu sholat Maghrib jadi tentunya saya tidak ingin juga dihubungi pada jam tersebut
Jika sedang tidak dapat mengangkat telepon, tidak perlu menghubungi saya berkali-kali sampai meninggalkan lebih dari 3 kali panggilan tak terjawab.

Kirim pesan jika memang begitu penting & bila ingin menghubungi menggunakan nomor yang belum saya kenal sebagai pemberitahuan.

Bukan sok artis dan sok sibuk..
Tapi...
Semua ada aturannya..
Saya harap orang lainpun paham aturan saya sendiri

Saya & Hari Libur

Saya pikir 2 hari 'liburan' di Bandung, bisa diselingi dengan mengerjakan laporan yang dikejar deadline..
Tapi sia-sia saya bawa 2 buku yang tebalnya melebihi bantal saya ke Bandung, karena jangankan dibuka dan dibaca untuk bisa saya jadikan referensi dalam laporan saya, tapi disentuhpun tidak.

Bukan karena ternyata saya harus menepati janji untuk menemui beberapa teman di Bandung, bukan juga karena saya harus memenuhi kebutuhan keluarga saya yang perlu hiburan untuk kemudian saya ajak ke tempat sesuai yang mereka mau, seperti rutinitas akhir minggu kalau saya di Bandung.
Tapi karena sejak hari Sabtu pagi sampai Minggu malam, saya harus disibukkan dengan sms-sms dan telepon yang cukup membuat saya letih.

Setiap orang punya cara untuk bisa merasa lelah..
Saya, lebih baik disuruh survey naik turun bukit, menggali Tempat Pengelolaan Sampah hingga malam hari, begadang bermalam-malam mengerjakan laporan, saya tidak pernah merasa sampai selelah ini, dibandingkan harus melewati 2 hari seperti 2 hari yang lewat.

Proses klarifikasi seperti kemarin, dimana saya harus menjelaskan satu hal yang tidak saya sukai membuat saya benar-benar kepayahan. Ya, ketika saya harus dihadapkan dengan yang namanya penawaran produk dan harus menolak itu, saya benar-benar kesulitan ketika harus menjelaskan alasannya yang membuat orang lain kecewa.
Total lebih dari puluhan telepon yang saya angkat dan juga tidak saya angkat. Belum lagi sms-sms yang dibaca saja sudah bisa membuat saya capek, apalagi membalasnya. Saya tidak melebih-lebihkan tapi memang kenyataan.

Memiliki 3 nomor pribadi, menjadi tidak pribadi lagi.
Maaf, saya tidak ingin menyinggung profesi pemasar, tapi sungguh untuk yang satu kemarin benar-benar bisa membuat saya naik darah. Bukan hanya menyita waktu, tapi benar-benar menguras emosi.
Saya dituntut untuk paham pekerjaannya yang dikejar target, sayapun ingin demikian..
Target yang berbeda mungkin, dia dikejar untuk menjual produknya, sedang saya harus menyelesaikan laporan yang harus dimasukkan hari Senin siang. Saya perlu tenang, tidak dirongrong seperti ini. Otak saya seketika mandek, belasan batang Sampoerna tidak bisa membuatnya lancar.

Pemasar itu sukses membuat saya tidak produktif, sukses membuat saya ingin 'membakar' gedung tempatnya bekerja..

Pagi tadi saya kembali ke Jakarta seperti orang tolol, kembali membawa buku yang beratnya cukup lumayan dan tentunya tanpa satu katapun yang saya ketik apalagi berhasil menyusun satu bentuk laporan.

Saya tidak ingin orang itu datang lagi....

Save Me

Tuhan, jangan Kau biarkan aku begitu mencintai hidup
Karena aku tahu, aku pasti akan mati..

Jangan Kau buat aku kaya, jika aku tak mampu memperkaya orang lain walau cuma satu orang
Jangan Kau buat aku menderita, jika akan membuat sekelilingku susah

Tuhan, jangan Kau buat aku pandai jika hanya untukku dapat membuat siasat merugi
Jangan Kau buat aku begitu fasih berkata-kata jika selalu tanpa isi.

Tuhan, jangan Kau buat aku berani jika dapat menakutkan bagi orang lain
Jangan buat aku menjadi seorang yang rumit, jika dapat menyulitkan orang lain

Tuhan, jangan biarkan aku memohon selain pada-Mu.
Aku tak ingin benar-benar merdeka...
Tanpa pemimpin, tanpa aturan, tanpa-Mu.

Jadikan aku hamba-Mu yang selalu berpikir.