Labels

Kamis, 30 April 2009

Facebook

Sial amat, maksud hati mau marketing kota milikku yaitu http://gajahkecil.myminicity.com lewat facebook dengan copy paste di link tersebut di wall teman2 GajaH, eh yang ada, malah dikira nyebarin spam...

Diblok deh tuh account facebook untuk sementara...


jadi gak ada kerjaan deh...

Minggu, 26 April 2009

roof top - plaza semanggi

niatnya makan dan ngobrol2 ma tmn2 disini, tp ternyata, yang didapet bukan cuma kenyang, senang krn bisa ketawa dan silaturahmi, juga bisa dapetin sesuatu yg lebih, yaitu sesuatu yang bisa bikin mikir.

ada kalimat dari seorang tmn yg memancing saya untuk nulis ini, yaitu "bahwa apapun yang dilakukan adalah untuk menikmati hidup".
Kala itu yang dibahas adalah mengenai pergi ke tempat yang 'miskin' lampu alias remang-remang dgn sound yg besar dan meminum minuman yang berdampak mmmmmm mgk memabukkan. Saya memilih untuk tidak mendatangi tempat seperti itu, apalagi harus minum minuman seperti itu. Teman saya berkata, dengan cara itu merupakan salah satu perilaku yang dapat membuatnya lebih menikmati hidup.

hmmm...manusia memang berbeda-beda tetapi satu jua (halah)

Ada orang yang hanya dengan membaca, ia merasa hidup begitu menyenangkan..
Ada yang dengan mendaki gunung, dia mendapatkan kebahagiaan yang sangat...
ada yang dengan mengajar, dia merasa hidup itu nikmat karena dapat berguna untuk sesamanya...
kebahagiaan... kalimat menikmati hidup adalah sesuatu yang absurd yang tentunya tidak dapat diukur..
Tapi ada yang menarik dengan percakapan kami tadi malam...
Ya, menarik untuk saya komentari..
Ini bukan komentar mengenai siapa yang benar atau salah, juga apa yang lebih baik atau lebih buruk..

Hanya saja, jika seorang teman berkata dengan bisa pulang subuh, setelah sebelumnya menikmati malam di tempat yang 'miskin' lampu itu td dan memasukkan minuman yang secara kedokteranpun dinilai kurang baik, hingga membuat kaki tak mampu lagi menopang tubuh, itu adalah cara menikmati hidup... saya hanya tersenyum.....sambil berkata , "untukku jika tidak dapat melihat matahari pagi merangkak, rasanya hari itu rugi." entah teman saya itu mendengar atau tidak... tp sebenarnya itu bermakna dalam.

Sekali lagi sesuatu yg absurd tidak akan pernah dapat dinilai...

Ada yang memilih menjalani hidup seperti normalnya 'hidup'
Ada juga yang memilih untuk menjalani hidup lain yang menurut dia normal.

Hidup normalpun tentunya berbeda-beda ukurannya..
Namun dimanapun, aktivitas dilakukan pagi hari hingga menjelang malam. ini tidak berlaku bagi mereka yang memang bekerja pada malam hari. seperti operator mesin, yang memang harus selalu checking mesin 24 jam... call center yang memang layanan ini harus online 24 jam, atau profesi lainnya yang serupa.

Sang pencipta menghadirkan malam untuk manusia dapat beristirahat dan ibadah... Ya, setidaknya jikalau ibadah tidak mampu dilakukan, sebaiknya beristirahatlah.

Mengapa aktivitas lebih banyak dilakukan ketika matahari bersinar? mungkin karena keterbatasan manusia jikalau malam tidak dapat melihat sebaik siang, dan mungkin karena hal2 lain atau jawaban lain yang tentunya Maha Pencipta Maha Mengetahui....

Jikalaupun malam dapat dijadikan waktu beraktivitas, bagi saya bukan dengan cara menyakiti diri dengan memasukkan sesuatu dalam diri hingga tak mampu berbuat apa2.. dan menghabiskan waktu pagi dan siang utk recovery...

Apakah esok malamnya harus dilalui dengan cara yang sama?? itu pilihan...

Saya pernah bekerja di satu perusahaan yang jam kerjanya dari jam 6 pagi, hingga 'memaksa' diri untuk berangkat ketika matahari sedang berusaha untuk 'bangkit' dan pemandangan ini indah sekali....
Tetapi lagi2 ini pilihan, untuk memilih, ketika matahari akan terbit, kita bersuka cita melihatnya dan bergerak untuk melakukan aktivitas yang memberi manfaat, atau kita merangkak dengan kesulitan untuk naik ke tempat tidur, dengan 'nikmat' yang berbeda??

tetapi yang saya tahu, selain manusia, makhluk Tuhan di bumi inipun (hampir semuanya) melakukan aktivitas di siang hari, dan istirahat di malam hari.

Burung hantu dan kelelawar mereka mampu dan ditakdirkan untuk beraktivitas 'tidak biasa', yakni tidur disiang hari dan bekerja di malam hari. Nah, mungkin manusiapun ada yang ditakdirkan seperti demikian.

Lagi2 sesuatu yang absurd tidak akan pernah mendapatkan 'nilai' yang tepat...

Bagaimanapun cara tiap orang menikmati hidup itu sah2 saja asalkan tidak merugikan orang lain...

PS : untuk yang merasa 'dirugikan' dari tulisan ini saya mohon maaf, ini hanya buah dari pemikiran....

Senin, 20 April 2009

hurraaayy...

si tembem hari ini pulang...

udah 2 minggu gk ketemu... udah lewat seminggu dia try and error jadi TKI
kayaknya gk berhasil, banyak error-nya, dan hal mendasar penyebab jadi error mgk krn dy gk bsa jauh2 huaaahaaahaa..

Asik...sepatu..
Asiiiik, cokelat..
Asiiik,baju....
Asiikk,hp baru..... loh yang terakhir ini kyknya gk dapet y???hihi

Sabtu, 18 April 2009

3 cm

jarak 132 KM Jakarta - Bandung yang udah jadi kebiasaan ternyata membawa dampak signifikan..

Tebal pantat berkurang 3 cm...

tembem - tembem


udah berapa hari ini si tembem pelesiran, alias jalan-jalan ke negara tetangga. Mungkin selain refreshing, ada misi lain dibalik itu, ummmm....survey mau jadi TKI mgk ya???

huh, si egois satu ini ninggalin ak sendirian gak nanggung-nanggung. Padahal ak cuma sekali egoisnya, waktu nonton Fast and Furious 4 di Pejaten Village sendirian.... dasar tembem, balas dendam koq ya keterlaluan...
Klo oleh2nya gk seperti yang diharapkan...ck ck ck...keterlaluan...

re-thinking

hmmm... apa sih yang dicari dalam hidup?? kebahagiaan yang hakiki mungkin itu jawabannya..

Lalu bekerja, apakah ini membuat bahagia.. Ternyata memang setelah disadari, ada beberapa hal yang membuat bahagia bekerja di tempat yang sekarang, tidak dapat dipungkiri memang. Namun ironisnya juga, disini ada hal yang juga tidak membuat bahagia.

Dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju Bandung hari ini, saya banyak berpikir mengenai variasi hidup yang didapatkan dari bekerja di perusahaan ini. Sebelumnya, setelah bekerja di 7 perusahaan, hanya rasa jenuh yang ada setelah bekerja dalam kurun waktu yang tidak terlampau lama. Namun disini, rasa jenuh hanya sesekali datang.

Entah, mungkin benar banyak ilmu yang didapat dari sini, entah itu ilmu yang berhubungan dengan kajian akan bidang tertentu, maupun ilmu komunikasi yang mahal harganya, juga ilmu negosiasi yang tidak semua orang dapat miliki.

Berpikir ulang untuk menunda rencana resign..

2 hari lalu ditawari untuk bekerja di Batam dan Singapura dengan gaji lumayan, namun selain menawari pekerjaan beliau yang menawari ini mewanti-wanti hal yang mgk beliau sadari benar saya miliki kelemahan itu, yakni kejenuhan. ya, kejenuhan ketika harus melakukan hal yang itu-itu saja.

Mungkin perlu dibuat cek list mengenai hal baik dan buruk bekerja di perusahaan ini utk mendapatkan kesimpulan dan jawaban dari pertanyaan apakah masih perlu disini atau tidak...

Saya berpikir, seandainya ditawari gaji belasan juta dan mesti ditinggal di suatu daerah yang terisolasi, walaupun mgk memang disana segala fasilitas tersedia, namun apakah dengan begitu akan mendapatkan kebahagiaan?? Ketika uang melimpah, tetapi tidak ada tempat untuk menyalurkan, rasanya akan menjadi sia-sia, walaupun suatu waktu tentunya uang itu dapat bermanfaat.
Namun tidak ada kenikmatan lagi dari rasanya menabung, karena memang tidak ada yang perlu di-rem, tidak perlu menahan keinginan untuk tidak boros...tidak ada rasa bangga ketika dapat mengumpulkan sejumlah uang dari hasil melawan ego membeli barang-barang yang sebelumnya menggoda.

Kemarin sangat besar keinginan untuk resign, mungkin hari ini hati dan pikiran kompak untuk mencoba berpikir ulang, dan mungkin besok sudah ada jawaban...

Berkali-kali saya mengingatkan diri, bahwa hidup hanya pilihan, dan konsekuensi dari pilihan inilah yang sebelum memilih dan ketika menjalankannya harus saya ikhlaskan terlebih dahulu.