hmmm... apa sih yang dicari dalam hidup?? kebahagiaan yang hakiki mungkin itu jawabannya..
Lalu bekerja, apakah ini membuat bahagia.. Ternyata memang setelah disadari, ada beberapa hal yang membuat bahagia bekerja di tempat yang sekarang, tidak dapat dipungkiri memang. Namun ironisnya juga, disini ada hal yang juga tidak membuat bahagia.
Dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju Bandung hari ini, saya banyak berpikir mengenai variasi hidup yang didapatkan dari bekerja di perusahaan ini. Sebelumnya, setelah bekerja di 7 perusahaan, hanya rasa jenuh yang ada setelah bekerja dalam kurun waktu yang tidak terlampau lama. Namun disini, rasa jenuh hanya sesekali datang.
Entah, mungkin benar banyak ilmu yang didapat dari sini, entah itu ilmu yang berhubungan dengan kajian akan bidang tertentu, maupun ilmu komunikasi yang mahal harganya, juga ilmu negosiasi yang tidak semua orang dapat miliki.
Berpikir ulang untuk menunda rencana resign..
2 hari lalu ditawari untuk bekerja di Batam dan Singapura dengan gaji lumayan, namun selain menawari pekerjaan beliau yang menawari ini mewanti-wanti hal yang mgk beliau sadari benar saya miliki kelemahan itu, yakni kejenuhan. ya, kejenuhan ketika harus melakukan hal yang itu-itu saja.
Mungkin perlu dibuat cek list mengenai hal baik dan buruk bekerja di perusahaan ini utk mendapatkan kesimpulan dan jawaban dari pertanyaan apakah masih perlu disini atau tidak...
Saya berpikir, seandainya ditawari gaji belasan juta dan mesti ditinggal di suatu daerah yang terisolasi, walaupun mgk memang disana segala fasilitas tersedia, namun apakah dengan begitu akan mendapatkan kebahagiaan?? Ketika uang melimpah, tetapi tidak ada tempat untuk menyalurkan, rasanya akan menjadi sia-sia, walaupun suatu waktu tentunya uang itu dapat bermanfaat.
Namun tidak ada kenikmatan lagi dari rasanya menabung, karena memang tidak ada yang perlu di-rem, tidak perlu menahan keinginan untuk tidak boros...tidak ada rasa bangga ketika dapat mengumpulkan sejumlah uang dari hasil melawan ego membeli barang-barang yang sebelumnya menggoda.
Kemarin sangat besar keinginan untuk resign, mungkin hari ini hati dan pikiran kompak untuk mencoba berpikir ulang, dan mungkin besok sudah ada jawaban...
Berkali-kali saya mengingatkan diri, bahwa hidup hanya pilihan, dan konsekuensi dari pilihan inilah yang sebelum memilih dan ketika menjalankannya harus saya ikhlaskan terlebih dahulu.