Melihat layar televisi, monitor komputer yang menampilkan galaksi, planet, bulan, matahari dan semua yang terkait dengan bintang dan luar angkasa, dapat menimbulkan gejala ini :
sesak napas, pusing, keringat berlebihan, mulut kering, merasa sakit, gemetar, jantung berdebar-debar, ketidakmampuan untuk berbicara atau berpikir jernih, yang takut mati, menjadi gila atau kehilangan kontrol, sebuah sensasi detasemen dari realitas atau serangan kecemasan penuh sesak nafas. Maka sudah pasti termasuk orang yang memiliki kelainan yang disebut Astrophobia.
Jangankan melihat layar yang cukup besar, melihat gambar dengan ukuran kecilpun sudah ingin segera membuangnya karena ketakutan.
Dengan sangat menyesal, saya memiliki kelainan ini.
Cukup banyak orang yang tahu, terkadang menjadi bulan-bulanan..
Beberapa orang teman sengaja memajang poster yang 'menyeramkan', di jendela kamar, ada juga teman yang sengaja mengganti wallpaper desktop dengan gambar planet.
Sudah sejak lama, bahkan dulu ketika umur masih di bawah sepuluh tahun, sering kali ketakutan menyalakan televisi jika sendiri. Karena saya masih ingat, pernah satu kali menyalakan televisi dan tayangannya adalah tentang bumi. Seketika saya matikan televisi dengan kasar lalu lari, panik.
Seorang pakar mengatakan hal ini disebabkan oleh adanya cabang dalam pikiran seorang penderita astrophobia ketika ditunjukkan dan melihat benda yang 'berbau' luar angkasa. Yang dapat merubah keyakinan, pikiran, strategi dan kebiasaan orang tersebut.
Ada terapi yang bisa dijalankan, yang mana kemungkinan untuk sembuhnya adalah 85%.
Ada pula terapi yang mana seorang penderita tidak perlu bertemu dengan psikolog untuk dapat sembuh, cukup melalui perbincangan di telepon dan bisa juga dengan membaca artikel yang tersedia.
Saya sudah membacanya, tapi tidak ada pengaruhnya.
Bahkan selain bintang, saya selalu ketakutan dengan beberapa gambar lain jika 'disajikan' dalam ukuran yang cukup besar.
Saya selalu menolak dan menjadi sangat tidak suka dengan tayangan, film, artikel mengenai perbintangan.. Padahal saya tertarik untuk tahu mengenai astrologi..
Ingin sembuh, karena saya ingin menikmati apa yang orang lain dapat nikmati...
Ya.. menurut orang lain, apa yang saya takuti tidak masuk akal...
sesak napas, pusing, keringat berlebihan, mulut kering, merasa sakit, gemetar, jantung berdebar-debar, ketidakmampuan untuk berbicara atau berpikir jernih, yang takut mati, menjadi gila atau kehilangan kontrol, sebuah sensasi detasemen dari realitas atau serangan kecemasan penuh sesak nafas. Maka sudah pasti termasuk orang yang memiliki kelainan yang disebut Astrophobia.
Jangankan melihat layar yang cukup besar, melihat gambar dengan ukuran kecilpun sudah ingin segera membuangnya karena ketakutan.
Dengan sangat menyesal, saya memiliki kelainan ini.
Cukup banyak orang yang tahu, terkadang menjadi bulan-bulanan..
Beberapa orang teman sengaja memajang poster yang 'menyeramkan', di jendela kamar, ada juga teman yang sengaja mengganti wallpaper desktop dengan gambar planet.
Sudah sejak lama, bahkan dulu ketika umur masih di bawah sepuluh tahun, sering kali ketakutan menyalakan televisi jika sendiri. Karena saya masih ingat, pernah satu kali menyalakan televisi dan tayangannya adalah tentang bumi. Seketika saya matikan televisi dengan kasar lalu lari, panik.
Seorang pakar mengatakan hal ini disebabkan oleh adanya cabang dalam pikiran seorang penderita astrophobia ketika ditunjukkan dan melihat benda yang 'berbau' luar angkasa. Yang dapat merubah keyakinan, pikiran, strategi dan kebiasaan orang tersebut.
Ada terapi yang bisa dijalankan, yang mana kemungkinan untuk sembuhnya adalah 85%.
Ada pula terapi yang mana seorang penderita tidak perlu bertemu dengan psikolog untuk dapat sembuh, cukup melalui perbincangan di telepon dan bisa juga dengan membaca artikel yang tersedia.
Saya sudah membacanya, tapi tidak ada pengaruhnya.
Bahkan selain bintang, saya selalu ketakutan dengan beberapa gambar lain jika 'disajikan' dalam ukuran yang cukup besar.
Saya selalu menolak dan menjadi sangat tidak suka dengan tayangan, film, artikel mengenai perbintangan.. Padahal saya tertarik untuk tahu mengenai astrologi..
Ingin sembuh, karena saya ingin menikmati apa yang orang lain dapat nikmati...
Ya.. menurut orang lain, apa yang saya takuti tidak masuk akal...