"Dikarenakan selama mengikuti proyek ini saya menjadi sering sakit-sakitan, saya mengundurkan diri. Saya yakin teman-teman yang lain mampu menyelesaikannya tanpa saya."
Saya diam membaca pesan singkat ini.
Yang terlintas bukan simpati karena dia yang memiliki tanggung jawab lebih besar menjadi sering sakit, tapi pengunduran dirinya dari kegiatan ini yang terkesan lari disaat yang sangat tidak tepat.
Saya terlibat dalam kegiatan ini, jujur karena beliau.. Beliau yang meminta tolong dan saya yakin pekerjaan ini dapat diselesaikan karena ada beliau yang tentunya jauh lebih paham isi pekerjaannya. Meskipun ada unsur air minum yang memang sesuai bidang saya, tapi pekerjaan ini lebih mengarah ke pembiayaan, ya...finansial.. Saya tidak paham itu.
Waktu yang sangat tidak tepat, karena 2 minggu ini kami dikejar untuk selalu asistensi & minggu depan kami harus presentasikan isi laporan yang kami buat.
Pekerjaan ini bukan pekerjaan teknis, tapi manajemen dan saya bukan ahlinya.
Ini bukan masalah chemistry saya & dua teman yang lain dengan pemberi kerja lebih baik seperti yang dia bilang, sehingga merasa jika beliau tidak terlibat semua tetap berjalan baik.
Maaf, tapi saya tidak bisa menerima pengunduran diri dengan alasan seperti itu.
Dimata saya, maaf... ini terkesan melarikan diri..
Setidaknya hadapi dulu pertemuan minggu depan, sebagai itikad baik. Lalu carikan kami pengganti.
Rasanya untuk menjadi profesional, beliau mestinya lebih paham daripada saya.
Saya menyesal dengan keputusannya yang sebelah pihak & tidak dapat diganggu gugat.