Yang tua ngalah....
Kalimat ini sering didengar..
Dan saya menuju tua...
Semestinya saya banyak mengalah
Mengalah pada keadaan
Pada sikap
Pada pikiran
Pada jiwa
Cukuplah bermain dalam drama
Saatnya menjalankan realita
Marah itu drama
Jika ada yang tak sesuai dengan hati
Maka itu realita yang harus saya hadapi
Bukan untuk dimarahi
Orang bilang saya tak dewasa
Untuk hobi
Untuk pemikiran
Untuk banyak hal
Saya sekarang belajar
Dari satu hal saja dulu
Marah bukan menunjukkan kedewasaan, bukan pula menunjukkan kekuasaan
Awal menuju tua, saya hilangkan hal itu.
Diniatkan
Dilakukan
Sampai benar-benar tua..
Sabtu, 16 April 2011
bukan yang pertama
Seperti halnya hati dan pikiran saya, yang terkadang tidak dapat 'diatur'
Saya mungkin harus pahami, jika ada waktu dimana hatinya juga pikirannya mengingat yang lain.
Namun ini bukan kali pertama...
Dulu dia menangisi orang lain, dan saya hanya bisa mendengar itu tanpa bisa memberi komentar
Miris? Mungkin...
Kali ini, dia tengah mengingat orang lain dan mungkin saya sekarang ini jauh dari ingatannya.
Saya telah mengucap tidak akan memberikan komentar, ataupun sekedar bertanya jika ada yang menyangkut perubahan sebuah berita
Saya juga telah terlanjur berucap tidak akan menyengaja membuka itu..
Tetapi jika tiba-tiba muncul dalam beranda sebuah laman dan tidak sengaja terlihat..
Saya pikir hanya diam yang perlu saya lakukan
Saya mencoba untuk tulus...
Tidak seharusnya saya meminta siapapun untuk selalu menghargai perasaan saya.
Jika hanya mengelus dada, adalah yang dapat saya lakukan.
Maka itu saja kali ini yang akan saya kerjakan, hingga baik akan kembali datang
Tak bisa dielakkan juga jika akhirnya saya menjadi merasa, bukan saya mungkin yang seharusnya ada disitu.
Saya terkadang tak cukup sabar, saya terkadang bisa meluap-luap
Saya yang tidak bisa mencuri hatinya... sepenuhnya... sepertinya... Tak cukup baik dimatanya.. untuknya
Seandainya orang yang tengah dia pikirkan kali ini dulu sebaik yang ia inginkan..
Tentunya saya tidak ada untuknya...
Karena saya sepertinya tahu, dia menyayangi wanita itu sungguh-sungguh.. sepenuhnya..
Maka menggeser posisinya, terlalu muluk bagi saya.
Tak akan pernah saya marah untuk ini.
Karena kembali lagi, tak mudah memang mengatur hati.
Saya hanya berharap yang baik dan yang terbaik.
Jika porsi baik yang harus saya dapat adalah seperti ini..
Maka sepatutnya saya bersyukur...
Semoga saja hati saya selalu dicukupkan oleh-Nya.
Saya mungkin harus pahami, jika ada waktu dimana hatinya juga pikirannya mengingat yang lain.
Namun ini bukan kali pertama...
Dulu dia menangisi orang lain, dan saya hanya bisa mendengar itu tanpa bisa memberi komentar
Miris? Mungkin...
Kali ini, dia tengah mengingat orang lain dan mungkin saya sekarang ini jauh dari ingatannya.
Saya telah mengucap tidak akan memberikan komentar, ataupun sekedar bertanya jika ada yang menyangkut perubahan sebuah berita
Saya juga telah terlanjur berucap tidak akan menyengaja membuka itu..
Tetapi jika tiba-tiba muncul dalam beranda sebuah laman dan tidak sengaja terlihat..
Saya pikir hanya diam yang perlu saya lakukan
Saya mencoba untuk tulus...
Tidak seharusnya saya meminta siapapun untuk selalu menghargai perasaan saya.
Jika hanya mengelus dada, adalah yang dapat saya lakukan.
Maka itu saja kali ini yang akan saya kerjakan, hingga baik akan kembali datang
Tak bisa dielakkan juga jika akhirnya saya menjadi merasa, bukan saya mungkin yang seharusnya ada disitu.
Saya terkadang tak cukup sabar, saya terkadang bisa meluap-luap
Saya yang tidak bisa mencuri hatinya... sepenuhnya... sepertinya... Tak cukup baik dimatanya.. untuknya
Seandainya orang yang tengah dia pikirkan kali ini dulu sebaik yang ia inginkan..
Tentunya saya tidak ada untuknya...
Karena saya sepertinya tahu, dia menyayangi wanita itu sungguh-sungguh.. sepenuhnya..
Maka menggeser posisinya, terlalu muluk bagi saya.
Tak akan pernah saya marah untuk ini.
Karena kembali lagi, tak mudah memang mengatur hati.
Saya hanya berharap yang baik dan yang terbaik.
Jika porsi baik yang harus saya dapat adalah seperti ini..
Maka sepatutnya saya bersyukur...
Semoga saja hati saya selalu dicukupkan oleh-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)