Labels

Selasa, 31 Juli 2012

L E G O


Hidup makin seru karena LEGO!!!!
Berlebihan, tapi itu benar.
Hampir setiap hari dilihat, dan ketika luang atau libur, bisa seharian bongkar pasang bata-bata ini..

Dulu, Lego hanya sebagai 'pencuci mata', sekarang tidak lagi, Alhamdulillah.
Saya ingat, dulu sekali setiap diajak orang tua ke mall atau toko mainan, Lego dan puzzle selalu jadi perhatian pertama. Sayangnya harganya yang tidak murah, menjadikannya hanya sebagai angan-angan.
Merengek-rengekpun percuma, karena saya tidak akan diberi oleh orang tuaku. Bukan karena tidak mau, tapi karena alasan lain, saya tahu itu. Jadi hanya melihat, terkadang itu sudah mampu mengobati.

Saya kira, ketertarikan itu akan lenyap seiring saya menua. Ternyata tidak terkikis sama sekali, bahkan setelah bukan anak kecil lagi, saya semakin tertarik dan saat ini rasanya sudah mencapai tahap kecanduan.

Bersyukur, ini bukan lagi hanya sekedar angan-angan, dengan hasil yang dimiliki, satu-satu bisa saya miliki set maupun parts, bricks, dan minifigure-nya.
Ternyata tidak salah, dulu saya begitu mendambakannya, karena ini memang lebih dari sekedar menyenangkan.

Mengenal banyak teman, salah satu imbas Lego pula. Berbagi informasi dan parts yang diperlukan menjadi topik pembicaraan sehari-hari. Pastinya lebih baik daripada bergosip :p

Lego = investasi
ya, seperti emas, semakin lama harga Lego semakin tinggi.Terutama set lama, harganya bisa berkali-kali lipat harga beli.

Satu tagline yang saya setuju itu adalah benar, yaitu :
Lebih baik menyesal membeli lego daripada menyesal tidak membeli.
Itu benar, karena kalaupun sudah dibeli, toh kita bisa cepat menjualnya di komunitas dan forum yang terkait hobi yang satu ini.

Minifigure, City, Creator, tema Lego yang saya minati. Cita-cita, ingin membangun satu diorama kota dari kumpulan bata (bricks) ini.


Kami di komunitas terkadang, ketika budget untuk ini sudah habis, 'kesal' dengan si 'pabrik', karena rasanya tidak berhenti-berhenti produksi set yang baru. Tapi seperti kata orang, kalau ada kemauan, pasti ada jalan hehe..

Lego-ing, selalu tidak membosankan. Bahkan penduduk rumah yang mungkin bosan melihat saya membangun satu kemudian dibongkar, lalu bangun lagi yang baru. Again, ini lebih baik daripada melakukan sesuuatu yang tidak manfaat, meskipun mungkin untuk orang lain, lebih banyak hal yang bermanfaat daripada bermain Lego. Tapi, ngelesnya adalah, ini 'alat' untuk selalu mengasah kreatifitas heee :)

Apapun itu, sebagian besar orang selalu lebih fokus dan usaha mati-matian untuk hobinya. Ini hobi yang tidak bisa disangkal kadang membangkitkan 'gairah', semoga saja gairahnya selalu menular dalam pekerjaan saya pula. Semakin cepat menyelesaikan pekerjaan, semakin banyak waktu untuk Lego-ing.. :D

iseng atau ?

Awalnya satu kemudian banyak
sms masuk, bahkan pernah ada yang menghubungi untuk mengajak berkenalan
Tidak ditanggapi.....
Awalnya biasa, lama-lama jengah

Hingga satu waktu, rasa penasaran muncul
begitu banyak yang tahu no pribadi saya dari mana
jawabannya, tahu dari internet

sinis...
hebat sekali nomor handphone ini..
bisa sampai terkenal

alih-alih saya buka satu laman pencarian
dan saya ketikkan nomor milik saya
ada satu laman usulan yang menarik perhatian

"saya wanita dan butuh teman bicara, ini no saya...", begitu bunyinya

Hah??!!!!

Jengkel, sekaligus lucu.
Saya tahu alamat laman itupun baru kali pertama ini. Tapi disitu sudah bisa ya, saya 'menjual' dan mengemis teman bicara.

Ini pekerjaan orang iseng atau orang 'sakit'?
Entahlah..
tapi benar kata teman dekat saya, tidak perlu kesal dengan orang yang sudah berbuat itu, cukup untuk dikasihani.
Kasihan atas hidupnya yang tidak punya kegiatan selain 'menjual' nomor orang dan mengaku sebagai orang lain.