Sering kali saya mendapatkan pesan singkat yang mengingatkan untuk saya selalu dan tidak lalai membaca Al-Qur'an.
Malu sebenarnya dengan tidak kontinyu-nya kebiasaan ini. Bila dibandingkan dengan yang saya lakukan lainnya, yang oke itu bisa dikatakan tidak penting sama sekali, saya lebih betah melakukan hal tidak penting itu. Harusnya malu. Bahkan setelah saya tuliskan inipun tidak menjadi jaminan saya akan lebih konstan dan benar membaca juga mengkajinya.
Setiap memikirkan ini, ada rasa sedih, betapa saya adalah manusia yang selalu mengabaikan. Entah sampai kapan saya akan menjadi seperti ini. Astagfirullahaladzim.
Karena hati di bawah kekuasaan Allah, dan saya tidak mampu menguasai hati saya sendiri. Semoga dengan sering berdoa ini dan mengharap Ridho-Nya, saya bisa benar mencintai Al-Quran.
اللَّهُمَّ إِنِّى عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِيْ وَنُورَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ
“Ya Allah, sesungguhnya aku ini
adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu (laki-laki), anak dari hamba-Mu
(perempuan). Ubun-ubunku berada di tangan-Mu, takdir-Mu berlaku atasku, dan
ketetapan-Mu adalah adil. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi
milik-Mu, Nama yang Engkau lekatkan sendiri untuk diri-mu, atau yang Engkau sebutkan
dalam Kitab-mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang diantara hamba-Mu
(Nabi), atau yang Engkau sembunyikan di alam keghaiban-Mu; hendaknya Engkau
menjadikan Al-Qur’an ini sebagai penyejuk hatiku, cahaya dalam dadaku,
penghilang kesedihanku, dan penolak rasa gundahku.”
Aamiin..