Labels

Senin, 15 April 2013

Menjadi tidak di Dasar


Menunggu dan berharap memang sangat dekat dengan kecewa. Ada satu masa dimana saya seperti menemukan sesuatu yang saya kira itu yang diidamkan. Namun tanpa bisa dipaksakan, ternyata sesuatu itu nampaknya urung untuk mendekat. Akhirnya menjauh dan saya sulit untuk melihatnya kembali.

Kecewa, tentu terbesit. Meski berkali saya sadari segala sesuatu adalah sudah pasti atas kehendak-Nya, namun terkadang ada penolakan untuk saya bisa terima begitu saja. Saya kembali berusaha, tanpa berlebihan.

Bukankah tidak sekali ini saya mengalami kekecewaan? Namun kenapa rasanya tetap sulit ketika harus dialami kembali? Mengatasinya sangat tidak mudah. 

Meyakini yang terbaik ada di depan sana dan penantian akan berujung, memang salah satu upaya diri sendiri untuk mengikhlaskan yang saat ini terjadi. Benar, tidak mudah menjadi manusia yang pasrah. 

Kecewa memang kadang menyakitkan. Ingin sekali berjauhan dengan itu. Namun saya harus mengingat ini : jika saya takut untuk kecewa, maka saya akan tidak punya harapan. Lalu saya akan menjadi makhluk yang selalu ada di dasar. 

Ikhtiar saja, belajar lebih keras untuk menjadi manusia yang ikhlas dan berdoa. Mudah ditulis dan diucapkan, sulit diterapkan, tapi tidak ada lagi negosiasi, ini yang harus dilakukan.  Saya yakin Tuhan tidak buta dan tuli.