Tidaklah mudah untuk saya, yang tengah belajar untuk mengesampingkan godaan untuk tidak kembali melakukan kebiasaan buruk...
Tidaklah mudah untuk saya yang arogan, yang sudah berniat untuk tak lagi mementingkan emosi, untuk dapat menahan amarah.
Tak ada yang tahu, malam lalu air mata mengalir, bahkan sosok yang sedang berbincang dengan sayapun tak mengetahui itu.
Sulit rasanya menata kalimat baik, agar tak lagi saya menyakiti siapapun itu, meski akhirnya tetap harus ada jarak.
Menahan diri untuk tak lagi berbicara dengan nada tinggi, menahan diri untuk tak lagi mengeluarkan kata-kata menyakitkan... Sulit rasanya..
Maka tanpa sadar saya harus menangis.
Sekujur tubuh merinding, bukan karena geli.
Bukan karena takut
Tetapi selalu, setiap kali merasa sakit, sedih & ingin marah... Tubuh menjadi seperti ini..
Saya yang semestinya tidak perlu lagi protes untuk apapun... Merasa menyesal setelah melakukan itu.
Toh memang manusia tak ada yang sama..
Apa yang terasa salah dimata saya, belum tentu salah menurut siapapun itu.
Jika diskusi dan menyampaikan apa yang saya rasakan adalah haram untuk saya, maka melalui ini saja teman berkeluh kesah.
Membuat diri belajar untuk tanpa emosi,
Kini bertambah, dengan belajar tak lagi memiliki nafsu dan keinginan lebih
Apa yang saya dapat, saya harus ingatkan diri berkali-kali, bahwa itu porsi yang harus saya terima
Dihiraukan, diabaikan...
Jika saya merasa dan memang diperlakukan seperti itu, maka saya yang harus membuang jauh prasangka.
Waktu...
Media yang saya butuhkan untuk saya bisa paham
Paham akan mata pelajaran yang saya pilih
Paham untuk saya lakoni.
Senin, 31 Januari 2011
Selamat Tidur
Saya tidak takut hitam
Namun jika gelap meraja lela
Cemas mulai merayap
Tidak akan berteriak
Cukup menundukkan kepala
Tanpa perlu melihat sekeliling
Saya tak bisa sendiri
Tanpa genggaman tangan
Tanpa pelukan
Seperti kali ini
Menengadahkan kepala hanya memberatkan hati
Berusaha tidak terisak
Gelap ini, saya harap hanya malam
Esok hari matahari akan kembali menyapa
Dengan senyum, dengan hangat
Ya, saya harap ini hanya malam
Bergegaslah tidur, untuk perbaiki hati
Untuk menyambut terang
Selamat tidur hati,
Selamat tidur langit tanpa bintang
Selamat tidur hari
Selamat tidur untuk dia yang sedang tak disamping saya...
Namun jika gelap meraja lela
Cemas mulai merayap
Tidak akan berteriak
Cukup menundukkan kepala
Tanpa perlu melihat sekeliling
Saya tak bisa sendiri
Tanpa genggaman tangan
Tanpa pelukan
Seperti kali ini
Menengadahkan kepala hanya memberatkan hati
Berusaha tidak terisak
Gelap ini, saya harap hanya malam
Esok hari matahari akan kembali menyapa
Dengan senyum, dengan hangat
Ya, saya harap ini hanya malam
Bergegaslah tidur, untuk perbaiki hati
Untuk menyambut terang
Selamat tidur hati,
Selamat tidur langit tanpa bintang
Selamat tidur hari
Selamat tidur untuk dia yang sedang tak disamping saya...
Jumat, 28 Januari 2011
cermin
Satu waktu..
Ketika saya menerima perkataan menyakitkan, saya tahu benar rasanya seperti apa
Maka semestinya saya tak melakukan itu lagi
Satu waktu..
Ketika saya tak dihiraukau oleh seorang teman, saya tahu pasti rasanya menyedihkan
Maka semestinya saya tak melakukan itu
Satu waktu..
Ketika seorang teman dekat tetap melakukan apa yang tak saya dukung dan setujui, saya tahu rasanya tak dipedulikan
Maka semestinya saya tak melakukan itu
Satu waktu...
Saya yakin ada hal baik akan datang..
Jika saya tak mampu membuat senang,,
Saya harap saya bisa memberi tenang.
Ketika saya menerima perkataan menyakitkan, saya tahu benar rasanya seperti apa
Maka semestinya saya tak melakukan itu lagi
Satu waktu..
Ketika saya tak dihiraukau oleh seorang teman, saya tahu pasti rasanya menyedihkan
Maka semestinya saya tak melakukan itu
Satu waktu..
Ketika seorang teman dekat tetap melakukan apa yang tak saya dukung dan setujui, saya tahu rasanya tak dipedulikan
Maka semestinya saya tak melakukan itu
Satu waktu...
Saya yakin ada hal baik akan datang..
Jika saya tak mampu membuat senang,,
Saya harap saya bisa memberi tenang.
kita = cinta
Berdiri...
Lihatlah pelangi di atas bukit
Sengaja menampakkan diri untuk kita.
Warnanya yang indah, seperti apa yang ada dalam hati kita bukan?
Sempurna.
Hati yang sederhana
Ringan segalanya
Tanpa riuh teriakan
Hijau ini kita pijak dengan lembut
Biru ini naungi kita dengan suka cita
Terkadang hitam,
hanya untuk membuat kita semakin dekat dan kuat
kokoh itu kelak kita dapat
layaknya beton perlu waktu untuk mengering
Tak ada lelah..
atau roboh...
Selalu kita, bukan aku
juga bukan kamu..
Lihatlah pelangi di atas bukit
Sengaja menampakkan diri untuk kita.
Warnanya yang indah, seperti apa yang ada dalam hati kita bukan?
Sempurna.
Hati yang sederhana
Ringan segalanya
Tanpa riuh teriakan
Hijau ini kita pijak dengan lembut
Biru ini naungi kita dengan suka cita
Terkadang hitam,
hanya untuk membuat kita semakin dekat dan kuat
kokoh itu kelak kita dapat
layaknya beton perlu waktu untuk mengering
Tak ada lelah..
atau roboh...
Selalu kita, bukan aku
juga bukan kamu..
Kamis, 27 Januari 2011
Untuk dia...
Jika dimungkinkan, saya menginginkan ini adalah yang terakhir.
Bukan terakhir karena nanti kami akan saling berjauhan dan setelah itu saya tak lagi memiliki 'teman' dekat.
Tetapi terakhir hingga nafas tak lagi saya miliki, tetapi apakah izin-Nya akan ada dan cuma-cuma diberikan pada saya?
Mencintainya adalah mudah, tanpa syarat dan bertele-tele.
Perasaan yang timbul tidaklah dibuat-buat, meskipun membuatnya mau dan mungkin percaya adalah belum saya dapatkan.
Hidup adalah pilihan, dan saya memilih dia.
Tidak banyak pertemuan yang telah kami jalani, tetapi selalu setelah itu, perasaan semakin menggebu dan semakin saya berharap dia adalah benar untuk saya.
Komunikasi tidak selalu berjalan baik, tetapi mungkin memang harus seperti itu. Bahwa hari tidak selalu siang, ada malam untuk ditaklukkan. Setelah itu, biarkan hati menerima kebaikan dan mengesampingkan keburukan.
Setiap kesalahan, adalah pasti pernah dilakukan. Tak lelah bersyukur, bahwa pembicaraan, percakapan lampau yang tidak menyenangkan hanya cukup sampai saat itu, tidak lagi untuk diungkit ungkit.
Dia yang merasa tak sempurna, namun selalu sempurna membuat hari-hari saya berwarna.
Maka sedih, senang, tawa, duka, berbaur dalam warna yang tak dapat digambarkan, hanya indah rasanya.
Tuhan, saya benar-benar menginginkannya...
Jika berlebihan adalah tak baik, maka cukupkanlah perasaan saya hanya olehnya. Tan
pa merasa kurang bahkan lebih. Cukupkanlah waktu yang akan saya lewati hanya dengannya dan olehnya.
Tanpa pernah ada penyesalan, hanya syukur yang meluap.
Semoga dia adalah yang terakhir untuk saya,,,
Bukan terakhir karena nanti kami akan saling berjauhan dan setelah itu saya tak lagi memiliki 'teman' dekat.
Tetapi terakhir hingga nafas tak lagi saya miliki, tetapi apakah izin-Nya akan ada dan cuma-cuma diberikan pada saya?
Mencintainya adalah mudah, tanpa syarat dan bertele-tele.
Perasaan yang timbul tidaklah dibuat-buat, meskipun membuatnya mau dan mungkin percaya adalah belum saya dapatkan.
Hidup adalah pilihan, dan saya memilih dia.
Tidak banyak pertemuan yang telah kami jalani, tetapi selalu setelah itu, perasaan semakin menggebu dan semakin saya berharap dia adalah benar untuk saya.
Komunikasi tidak selalu berjalan baik, tetapi mungkin memang harus seperti itu. Bahwa hari tidak selalu siang, ada malam untuk ditaklukkan. Setelah itu, biarkan hati menerima kebaikan dan mengesampingkan keburukan.
Setiap kesalahan, adalah pasti pernah dilakukan. Tak lelah bersyukur, bahwa pembicaraan, percakapan lampau yang tidak menyenangkan hanya cukup sampai saat itu, tidak lagi untuk diungkit ungkit.
Dia yang merasa tak sempurna, namun selalu sempurna membuat hari-hari saya berwarna.
Maka sedih, senang, tawa, duka, berbaur dalam warna yang tak dapat digambarkan, hanya indah rasanya.
Tuhan, saya benar-benar menginginkannya...
Jika berlebihan adalah tak baik, maka cukupkanlah perasaan saya hanya olehnya. Tan
pa merasa kurang bahkan lebih. Cukupkanlah waktu yang akan saya lewati hanya dengannya dan olehnya.Tanpa pernah ada penyesalan, hanya syukur yang meluap.
Semoga dia adalah yang terakhir untuk saya,,,
Ruku
Satu waktu seorang terdekat mengirimkan pesan yang isinya, perbaiki sikap ruku dalam sholat saya.Tidak perlu saya merasa harus protes apalagi tersinggung, toh sebenarnya memang ibadah saya tidak dan belum sempurna.
Maka selain menanyakan kepada yang bersangkutan, sayapun mencari-cari sikap sikap dalam sholat yang benar. Benar bukan saja menurut buku, tapi mengharapkan benar sesuai seperti yang Rasulullah SAW lakukan.
Mungkin terlambat untuk saya yang bukan lagi anak kecil untuk (baru) belajar posisi sholat. Tapi, saya bersyukur diingatkan dan diberi kesempatan untuk memperbaiki apa yang tidak baik, terutama ketika saya melakukan yang wajib. Waktu sakral saya dengan-Nya. Semoga semakin sempurna.
Membaca hadits dan beberapa tulisan mengenai ruku, saya hanya bisa mengucapkan istigfar dan istigfar, betapa apa yang sebelumnya dilakukan, sikap dalam sholat saya benar-benar jauh dari sempurna.
Entah itu, dari posisinya dan mungkin (waktu) dalam melakukannya yang terburu-buru dan tidak thumaninah.
Rasulullah SAW bersabda, ”Jika engkau ruku letakkanlah kedua tanganmu di atas lututmu. Kemudian renggangkanlah jari-jarimu sampai tulang belakangmu menjadi mapan ditempatnya.” (HR Ibnu Khuzaimah & Ibnu Hibban).
Kemudian
Sabda Rasulullah SAW ”Sempurnakanlah ruku dan sujudmu. Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya aku benar-benar melihat kamu dari balik punggungku saat kamu ruku dan sujud.” (HR Bukhari & Muslim).
Rasulullah SAW juga bersabda ”Pencuri yang paling jahat adalah pencurian yang mencuri dalam sholatnya.” Para sahabat bertanya ”Wahai Rasulullah bagaimana yang dimaksud dengan mencuri dalam sholat itu?” Rasulullah menjawab ”Yaitu orang yang tidak sempurna ruku dan sujudnya dalam sholat.” (HR Thabrani dan Hakim).
Selain hadits di atas, tentunya banyak hadits lainnya dan ulasan lain mengenai Ruku yang benar.Ketika Ruku dilakukan dengan benar, ternyata ada manfaat lain untuk sehat tubuh kita, antara lain :
- Mencegah melekatnya tulang Kelangkang dan tulang tungging, Hal ini secara langsung dapat mencegah penyempitan ruang panggul.
- Membuat ruas tulang belakang (vetebrata) akan tetap berada dalam kondisi prima dengan kata lain ruku' dapat menghindarkan diri dari penyakit pada ruas tulang belakang
- Sebagai latihan kemih untuk pencegahan keluhan prostat
- Ruku' dapat membuat peredaran darah menjadi lebih lancar ke arah kepala dan bersama-sama dengan itu aliran getah bening
Lalu menurut ahli psikologi, manfaat Ruku' :
Secara psikologi, ruku' mewakili arti penting hubungan diri dengan Allah. Sikap ruku' yang berada di tengah-tengah ketiga gerakan utama shalat, adalah simbol dari kepatuhan dan ketaatan. Ruku' juga merupakan salah satu gerakan inti shalat, karena hitungan satu rakaat hanya mempunyai satu ruku'. (Budi Dharmawan, psikolog)
Subhanallah...
Syukur dipanjatkan, pada-Nya, dan terima kasih pada orang terdekat yang mengingatkan...juga pada media yang memudahkan saya untuk belajar.
Langganan:
Postingan (Atom)