Labels

Selasa, 31 Agustus 2010

satu minggu penuh "berkah"

Terima kasih atas hadirnya pasangan & rekan yang baik...

Mengutip pembicaraan seorang teman, bahwa sepertinya berkah ramadhan kali ini salah satunya telah saya terima dan tengah saya nikmati...

Semua memang perlu proses... Sempat saya merasa bahwa apa yang tengah dijalankan bukan seperti yang saya inginkan... Tetapi setelah beberapa lama, semua ternyata sangat indah..bukan lagi cara saya yang kami pakai dan jalankan...melainkan cara kami.

Bersyukur memiliki dia yang memiliki sifat, sikap, dan hal lain di atas kriteria yang saya harapkan sebelumnya, hingga kadang merasa saya bukanlah orang yang tepat untuknya.

Dia yang memiliki banyak rutinitas yang baik, yang bisa memberi pelajaran yang baik untuk banyak orang, membagi waktu dengan orang lain untuk membuat mereka mengerti hal penting, selain tentunya dia sendiri yang mencari dan menambah ilmu di waktu-waktu pentingnya.

Menyadari hal tersebut, membuat saya merasa menjadi orang yang tidak memiliki keteraturan, bertindak semau saya, dan selalu berusaha segala sesuatu berjalan sesuai keinginan saya. Saya yang selalu lupa banyak hal penting, semakin merasa dia adalah orang yang sangat baik dan lagi-lagi terlalu baik untuk saya.

Satu pesan saya terima...yang membuat ketidak yakinan terhadap diri sendiri memudar..
Bahwa bukanlah satu kebodohan baginya memilih saya sebagai "rekan"....karena memang hatilah yang "mengatur"...

Jika diizinkan, saya ingin selalu menjadi jiwa yang membuatnya selalu merasa "penuh"...
Jika diizinkan, biarlah hanya saya pengusir galau...

Tertawa adalah kegiatan yang menyenangkan yang selalu mengisi hari kami...
Amarah menjadi hal yang tidak perlu dihindari..karena terkadang rasa sayang perlu ditunjukkan secara "berlebih"...

Lagi-lagi terima kasih untuk kesediaannya...
terima kasih untuk detik-detik berharga lain yang saya dapat...
terima kasih untuknya

Saya menyayanginya...
semoga ribuan minggu selalu ada untuk kami...

Rabu, 25 Agustus 2010

kembali ke Manado

wuiiiiihhhhh 3 tahun yang lalu saya mengunjungi kota penuh gogog.. Manado...
Ya..dimana-mana anjing berkeliaran..
Jadi kangen sambal dabu-dabu, ikan bakar dan tumis kangkung yang kalau dilahap habis sudah pasti berhasil menjadi obat tidur...zzzz....

Beberapa jam lagi, insya Allah saya akan kembali ke Manado dengan flight pertama. Alhamdulillah akan kembali napak tilas ke kota yang banyak tugu dan patung ini...

3 tahun yang lalu, berminggu-minggu dihabiskan di kota ini yang membuat saya bisa memiliki banyak teman.
Jadi kangen perjalanan bolak balik Manado - Minahasa Utara - Bitung dengan menggunakan motor dengan seorang teman Is (mu'alaf), penduduk asli Manado, yang dengan senang hati menunjukkan tempat makan yang halal dan penginapan muslim.
Merokok bareng ibu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab. Minahasa Utara sambil bercerita tentang pemekaran wilayah di Sulawesi Utara.
Dtraktir kudapan ringan oleh ibu Irenne staf BPLHD Kota Manado sambil berbincang-bincang mengenai keterlibatan calon suaminya di Ikatan Motor Indonesia..(semoga saat ini ibu Irenne sudah menikah dgn pria tsb)..
Dijamu makan besar di restoran pinggir pantai oleh ibu Jean Mamengko, Ka Satker PLP Dept. PU Sulut, sambil menyaksikan orang-orang bernyanyi menikmati malam...
Diantar Bang Heldy mengunjungi kota dan kabupaten di Sulawesi Utara lainnya, dari Tomohon, Tondano, Minahasa, sampai Bolaang Mongondow untuk mendapatkan data yang saya butuhkan.

Menghadiri rapat pembahasan RPIJM besok memang rasanya menjadi lain dibanding ketika saya harus menghadiri rapat lainnya, ya tentu saja karena saya berharap akan dapat menemui sahabat dan teman lama nantinya...

hmmmm.....Kangen Manado...

Torang Samua Basodara....

setelah hari yang bahagia...

Pagi yang tidak terlalu baik...
Mungkin memang tidak seharusnya saya membuka sesuatu yang bukan diperuntukkan bagi saya....
Hasilnya...jadi uring-uringan sendiri.....

Sepertinya lebih baik membiarkan dia melakukan apa yang dia suka..
Apa yang menurut dia baik, yang bisa membuat dia senang dan merasa tercukupi...dengan caranya sendiri...

Untuk perkara menjaga hati, saya tidak akan pernah lagi meminta dia untuk melakukan itu...
Sayapun tidak perlu memberi contoh bagaimana layaknya berpasangan yang baik yang utamanya harus menghargai perasaan masing-masing dan memberikan kenyamanan juga ketenangan.
Saya tidak merasa lebih baik darinya, tetapi satu yang pasti, saya tidak akan pernah melakukan hal seperti yang dia lakukan pagi ini.

Hari ini ada beberapa hal yang saya sadari....
Saya belum atau bahkan tidak memiliki dia sepenuhnya.
Pagi hari bukanlah waktu dimana kami dapat bertukar pesan saling memberi semangat jalani hari baru...dia selalu dengan dunianya dan bahkan lebih tertarik mencari tahu kabar orang terdekat lainnya.

Dimana sepanjang hari kami berada adalah hanya kepentingan untuk masing-masing kami sendiri. Apa yang kami lakukan sepanjang hari adalah hal yang sepertinya belum perlu kami bagi.

Mulai merasa hari sebelumnya lebih baik daripada hari ini.
Pesan yang saya terima jauh lebih menyenangkan daripada hari ini, obrolan kami sebelum hari inipun lebih menyenangkan.

Saya tidak akan menuntut apa yang dilewati haruslah selalu menyenangkan, tetapi menghargai pasangan dalam bentuk apapun adalah kewajiban yang harus dijalankan..
Bahkan jika dijalankan dan diluapkan dengan hati, Marah, Sedih, Tawa, Senang tetap dapat membuat bahagia. Tapi tidak dengan hari ini...

Berhasil membuat hari ini menjadi hari dimana saya banyak berpikir..

Lagi-lagi saya tahu pagi bukan waktu dimana saya adalah orang pertama yang dia ingat, dan malam bukanlah waktu dimana ucapan selamat tidur dia sampaikan dengan hati.

Esok pagi, tidak perlu saya melakukan pengumuman bahwa saya masih hidup dengan mengirimkan teks ringan.. Karena rasanya sia-sia..

Begitu juga dengan malam... rasanya saya tidak ingin lagi diposisikan sebagai pengganggu yang merusak suasana hati dengan selalu mencoba menghubunginya..

Ironis ketika saya sibuk mencari tahu kabarnya dan keadaannya, sementara dia sibuk dengan yang lain dan ingat sayapun tidak.

Entah harus menjadi satu hal yang saya sesalkan atau saya syukuri...bahwa rasa sayang sudah terlanjur timbul. Menjadi siksaan ketika saya akhirnya harus membatasi diri.

Saya hanya tidak ingin harus mengulangi lagi hari seperti hari ini.
Saya rasanya memiliki pasangan, tetapi saya merasa berjalan sendiri.

Ketika saya dengan bangga mulai memamerkan pada dunia bahwa hati sudah membaik, saat akan menunjukkan siapa yang berhasil membuatnya menjadi baik...saya mencari ke segala arah..
Hanya saat dia sempat, dia ada disitu....

Lagi-lagi diawali dengan menjaga hati...

Selasa, 24 Agustus 2010

i'm (not) single and very happy

hmmmm.... deg-degannya udah ilang...
kayak lagi ikutan kuis & hadiahnya satu yang paling dipengenin..
Klo menang pastinya seneng banget, & kalo kalah sedih bener...
mudah2an orangnya gk marah disamain sama kuis..heeee

Terima kasih partner (baru)...
Saya bisa bawa "pulang" hadiahnya...
Saya tidak lagi sendiri dan saya bahagia...

Mari membuat cerita yang baik dan indah, untuk saya, untuk kamu... untuk KITA...



24 agustus 2010
saya tidak lagi sendiri ^_*

Senin, 23 Agustus 2010

selamat datang 'teman' baru

3 hari 3 malam mata terhibur, dengan banyak teks masuk ke inbox yang bisa bikin cerah mata dan bibir senyum-senyum..
Selamat datang 'teman' baru yang bukan sekedar distraction untuk banyak hal yang sebenernya gk perlu saya tahu... Tp lebih dari itu...bahkan sama menyenangkannya dengan ketika saya menerima pesan-pesan dari sahabat lama...

Baru 3 hari, tapi sudah cukup tahu apa yang bisa buat seneng, buat kesal, buat marah, buat ketawa....
Selama keduanya belum kembali "sibuk", biarkan keadaannya seperti ini...karena saya sedang sangat menikmati...dan semoga diapun begitu..

Selamat datang 'teman' baru... semoga menjadi 'teman' selamanya...^_*

Rabu, 18 Agustus 2010

memories....



Lagu ini pernah saya dengarkan berulang-ulang beberapa tahun lalu. Ketika saat itu saya merasa sakit dan terpuruk. Ya, sakit hingga titik terendah, begitu sebutan yang sering saya ucapkan dulu.

Hari ini saya 'terpaksa' memutar kembali lagu ini, dan ternyata rasanya masih sama. Hanya saja, saat ini tidak lagi untuk objek yang sama. Rasanya, dulu jika saya mengingat kenangan tiba-tiba hati saya merasa sakit, dada saya merasa sesak, dan lagu ini tak jarang membuat saya meneteskan air mata, sepertinya wajar. Karena saya teringat pasangan yang telah lama menjalani semuanya bersama-sama dalam hitungan ribuan hari.. Ya, tentunya banyak sekali kenangan yang terekam.

Tetapi hari ini, sama sekali saya sudah tidak pernah ingat dengan pasangan lama yang telah hidup bahagia (semoga) yang telah memberikan banyak kenangan. Hari ini, saya selalu teringat pada satu nama..sang Ahli MaDya.

Cuplikan-cuplikan kenangan yang terkesan biasa saja, pertemuan biasa, percakapan biasa, kerap kali muncul. Saat saya dengarkan lagu ini, entah kenapa dada saya kembali sesak dan gambaran sang Ahli MaDya selalu muncul dan berhasil membuat saya harus menenangkan diri jika saat itu saya sedang melakukan kegiatan.

Pertemuan yang bisa dihitung dengan jari, entah kenapa sangat membekas. Semoga ini pantas untuk saya. Heran, cuplikan-cuplikan itu bisa membuat saya merasa seperti dekat dengannya, meskipun saya tahu bahkan mengingat saya bukan satu rutinitasnya, atau bukan satu yang tiba-tiba mampir diotaknya juga.

Lagu ini rasanya lebih tepat diperuntukkan bagi sepasang kekasih yang terpisah karena kematian, dan hingga uzur masih bisa mengingat dan merasakan besarnya cinta pasangannya, ketika masih hidup.

Tetapi bagi saya saat ini, lagu ini menjadikan satu gambaran bahwa waktu, intensitas pertemuan, kualitas percakapan, kedekatan tidak menjadikan sebagai faktor saya bisa menyayangi seseorang.. Sedikit sekali saya pernah punya waktu dengannya, dan sampai saat ini saya masih belum punya kesempatan untuk bertemu atau berkomunikasi dengan baik (menurut saya) dengannya, tapi masih belum hilang perasaan yang mungkin menurut banyak orang lebih baik dihilangkan...

Ada beberapa yang bisa membuat saya lega
Bisa membuat jantung saya berdegup kencang
Bisa membuat saya merasa lemas
Bisa membuat saya sangat bergairah
Bisa membuat saya merasa sesak
Bisa membuat saya selalu ingin tahu tentangnya...

Kamis, 05 Agustus 2010

Catatan Untuk Seorang Teman Yang Tetap Tulus Mencintai

Belajar tentang ketulusan memang harus berkaca darinya, yang bisa mencintai tanpa perlu dia yang dicintai tahu akan hal itu. Belajar akan ketulusan memang perlu melihat padanya, yang dapat menjalani satu perjalanan baru tanpa merasa menyesal dan ikhlas ketika menjalaninya.

Dia yang tidak pernah keberatan ketika orang yang dicintainya merancang sesuatu sesuai keinginannya.

Dia yang tidak keberatan ketika mengakui salah seperti anak kecil

Karena memang seperti itulah cara dia berjuang.

Ada saat dia menangis dan hatinya hancur

Tapi kesabaran selalu bersamanya yangmembawanya ke tempat yang paling baik.

Dia yang mungkin ingin percaya bahwa hidupnya tidak lagi dikelilingi akan pikiran tentang orang yang dicintanya yang telah tidak bersamanya lagi. Dia yang tidak lagi ingin memikirkannya karena memang hidupnya telah terpisah. Dia yang tidak ingin percaya ketika mendengar orang yang dicinta tidak membutuhkannya lagi. Dia yang tak pernah berpura-pura dan tak ingin berpura-pura.

Dia yang tidak keberatan saat kekasih yang dicintainya menghapusnya.. Dia percaya mimpi buruk pasti akan selalu ada, yang kadang membuat kita tidak dapat terbangun dan merasa ingin menyerah. Karena dia percaya semua akan terlewati dan sang kekasih akan tersadar bahwa hidup selalu akan saling membutuhkan.

Dia yang tak pernah berhenti untuk mencintai, karena dia percaya sang kekasih akan kembali sebagai apapun. Dia yang tulus membuat kekasihnya selalu ada, tanpa pernah menghapusnya.

Dia hanya tidak ingin apa yang dilakukannya dinilai sebagai satu kegagalan, satu keterpurukan. Karena apa yang dipilih dan dijalani adalah sesuatu yang tak memberatkannya.

Dia untukku adalah seorang yang membantu ketika aku tak percaya cinta dan tak ingin mendengar apapun lagi.

Dia yang menghilangkan rasa kesal dan sedih, yang selalu ada ketika tak ada satupun yang bisa menjadi teman bicara. Dia yang selalu membantu, mendengar dan dia seorang yang nyata.

Dia seperti pelindung dari apapun, yang selalu mendorongku untuk selalu berjalan dalam arah yang benar. Dan dia adalah sesuatu yang membanggakan. Dengan sentuhan yang sederhana, dia bisa membantuku mencapai tujuanku, yang bisa melebarkan kembali sayapku. Yang tak pernah meminta balasan apapun.

Dia yang membuatku nyaman dalam meja kerja, mengerjakan pekerjaan dengan baik, karena selalu ditemani tulisan ringan yang selalu membuatku tertawa. Dia seperti selalu melihatku setiap hari.

Caranya mencintai adalah sempurna. Tanpa dibuat-buat dan lagi-lagi tanpa kepura-puraan.

Terkadang ketulusan dan kebaikannya terasa berlebihan untukku, karena selalu tanpa pernah meminta balasan.

Cara dia membiarkan kekasihnya tetap ada, adalah satu hal menakjubkan. Ketulusan, kebaikan terlihat indah dimataku…


Untuk salah satu teman terbaik - "Elmo"

Gajah Saba Kota

Memutuskan untuk pindah ke Jakarta sptnya memang bukan keputusan yang salah...
Selain karena mempertahankan pekerjaan di tempat lama juga memang bukan keputusan yang baik, tp lebih dari itu.

Koneksi dan jaringan yang lebih luas, rezeki yang Alhamdulillah selalu diberi oleh-Nya, dan peningkatan kualitas dalam bekerja. Alhamdulillah klo wkt di Bdg posisi hanya sebagai Junior Expert, disini mendapat kepercayaan sebagai salah satu Staf Ahli untuk satu pekerjaan yang cukup rumit.

Klo selingkuh itu gak baik, tp Alhamdulillah disini banyak selingkuhan, mksdnya dari sisi kerjaan yang sptnya gk buruk2 amat buat dijalani. Tawaran untuk bantu2 di kerjaan lain di luar kantor, Alhamdulillah sedang dijalani. Lumayan sangat membantu mengatasi kejenuhan walopun kadang bikin puyeng heeee...

Lagi-lagi jalan-jalaaaan.... Itu yang penting!
Ke tempat yang sebelumnya belum pernah didatengin, ke tempat yang mungkin kalo bukan karena kerjaan gak bakal sengaja dikunjungi... Terima kasih untuk banyak kesempatan yang diberikan...

Belajar dari artis dan seniman... klo mau "go international" haruslah hijrah ke kota besar... hmmmm.... sedang dicoba & semoga bisa dijalani

Terinspirasi Oleh Sang Ahli MaDya

Untuk dia yang bukanlah sekedar yang pertama, juga bukan merupakan yang terakhir…
Tapi untuk dia yang kucintai…
Selamanya…


Saat malam datang, aku akhirnya tersadar bahwa kasih yang dia berikan secara cuma- cuma, tidaklah selalu bisa membuat awanku berwarna cerah. Namun seandainya pagi cepat datang, akan aku katakan padanya semua yang kurasa untuknya, hanya untuknya.

Dalam diam, kuharap juga tak ada satu orangpun yang berbicara, agar hanya nyanyian detak jantungku yang terdengar olehnya…agar bangun dari tidur dia hanya merasakan ketenangan dalam alunan kebahagiaan dariku yang mencinta dan genggaman kami sebagai sepasang kekasih nantinya.

Hanya melakukan yang kami suka, berlari ditengah pikuk jalanan seolah kami adalah sepasang gila, mewarnai bangunan sesuka hati kami, menanam bunga di lahan semau kami, berada hanya di tempat yang nyaman untuk kami, terbang dan memeluknya dalam gumpalan awan yang dia suka, menunjuk bintang yang kami punya, dan kembali ke bumi yang kami diami dengan cinta.

Cinta yang kupunya, yang kami miliki, saling kami bagi tanpa syarat, hanya manis yang kami rasa. Cinta yang membuat semua nyata, yang selalu membuat kami sadar bahwa kami tidak sendiri.

Seandainya malam berlalu dan awan kelabu menghampiri, biarkan saya tetap berdiri dengan lengan terbuka. Jika dia ingin berlari menjauh tanpa bisa dipaksa untuk tetap tinggal, biarkan aku melepas dengan berat hati. Bukan tanpa perjuangan, namun agar dia tahu bahwa disana bukanlah yang dia cari. Aku yang selalu ingin menyempurnakan ketidaksempurnaannya, dan aku yang merasa sempurna dengan adanya dia, akan selalu ada di akhir pencariannya.

Dialah telinga dari suara suka dan tangis – Dialah tangan dari lembut cinta dan kasih – Dialah indera penciuman dari wangi indah dunia – Dialah lidah dari rasa manis dan pahit perjalanan – Dialah mata dari cahaya pelangi dan penerang dalam gelap hati – Dialah sang pemilik hati yang membuka hati.

Tidak denganku sekarang, mungkin nanti.

Tidak denganku nantinya, mungkin inilah kehendak pemilik raya.

Dan tetap dalam malam, apakah dia tertawa atau tengah menangis, serupa alam tak bisa menghentikan keingintahuanku akannya. Yang aku tahu saat ini kami tengah melakukan hal yang sama, yakni berjuang untuk sesuatu.

Mengenalnya adalah sebuah kesempatan yang banyak orang miliki, mengejarnya adalah pilihan, memikirkannya adalah sesuatu yang tak terelakkan, menginginkannya adalah lebih dari sekedar kebutuhan, memperjuangkannya adalah pantas untuk dilakukan, membiarkannya bahagia adalah utama yang harus dilakukan.

Pemilik hati yang bisa membuka celah dalam pintu yang rapat tertutup, alunan nada yang tak pernah orang lain dengar telah selalu kumainkan. Hanya hatimu saja pemilik izin untuk itu. Tetap dimainkan atau diredam dalam ruang kedap suara. Jika hanya untukku saja, sesalpun tidak akan pernah ada, karena semua datang tanpa diminta.

Jika hanya pikiran yang dapat menjelajah, aku biarkan dia menuju bebas ke alam yang baik, agar terwujud hal indah menurut-Nya, bukan untukku saja.