Labels

Selasa, 22 November 2011

Sulawesi Barat

Pemandangan seperti ini yang hampir saja tak dilihat


Teman seperti ini yang hampir saja tak didapatkan


Petualangan seperti ini yang hampir saja terlewati


Sulawesi Barat, provinsi terakhir yang dikunjungi dari 10 provinsi di Kalimantan dan Sulawesi ini hampir saja saya memilih dan membiarkan teman yang lain untuk mendatanginya.
Bersyukur saya tetap jalani, bahkan boleh dibilang diantara semua perjalanan dinas tahun ini, Sulawesi Barat yang paling memberikan kesan lebih.

Diawali dengan kesan moda transportasi yang lain dari pada yang lain, serta bandara kecil yang sederhana. Kemudian keramahan masyarakat serta pemandangan yang memanjakan.
Mamuju adalah destinasi pertama, bergerak ke Majene lalu Polewali Mandar.

Laut adalah teman sepanjang perjalanan.. Bersih, dan indah tentunya.Salah satu yang berat dari tempat ini adalah, meninggalkannya. Mungkin karena teman-teman perjalanan yang menyenangkan juga mungkin karena keindahan tempatnya yang mengagumkan.

Ketika saya under-estimate terhadap satu lokasi, ternyata malah lokasi ini yang memberikan kesan lebih dibanding lainnya.

Senin, 21 November 2011

:'(

lost control. Ol akhhh: Hey anggie magie .
lost control. Ol akhhh: What are u doing?
anggie Magie: Ngemiiiil
anggie Magie: :D
anggie Magie: Nimbun lemak

anggie Magie: Mau gk?
lost control.
Ol akhhh: Hahahah .
lost control.
Ol akhhh: Gmna olahraganya mau suksess
anggie Magie: Olahrga sukses, kan tiap pagi

anggie Magie: Nah
sore mst sukses jg nimbun lemak .
lost control.
Ol akhhh: Hahah .
lost control.
Ol akhhh: Ada2 aja
anggie Magie: Makaaaaan
.
lost control.
Ol akhhh: Makannnnn ajaaaa
anggie Magie: Daripada marah2.. Mending makan
lost control.
Ol akhhh: Haha bnr tuhhh
lost control.
Ol akhhh: Makan yg banyak yahh biar cpt gedeee
anggie Magie: Iya.. ˚\(´▽`)/˚


Percakapan ringan melalui bbm ini menjadi percakapan terakhir antara kami.
Saya masih ingat, hari itu selasa, dimana kami masih 'bicara' dalam riang...
Lalu dia menghilang tanpa kabar, hanya statusnya yang memberikan isyarat bahwa dia sedang tidak dalam kondisi baik.
Hanya berdoa yang bisa saya lakukan.

13 Juli tepat adzan maghrib berkumandang, seorang teman memberi kabar.
Berita yang belum ingin saya terima. Saya masih berharap ada kesempatan lain..
Tapi ketika kenyataan yang harus dihadapi lain dari yang diharapkan, maka hanya lemas, sakit, pedih yang saya rasakan.

Hari rabu sore, saya kehilangan salah satu teman terbaik... Sahabat,, adik...
Dia yang pernah mengisi sebagian waktu, berbagi banyak hal baik, sampai air mata.

Saya ingat satu hari dimana kami menangis bersama, karena masing-masing kami tahu salah satu dari kami divonis akan pergi lebih dulu. Kala itu saya berharap keajaiban... Atau lebih tepatnya berharap akan apa yang dikatakan (menurut orang-orang) sang ahli adalah salah.

Masih cukup jelas pula dalam ingatan, kalimat yang diucapkan olehnya setelah itu,
"kalau nanti datang waktunya, aku minta gak akan pernah lagi ada tangis. Cukup kamu yakini, aku lebih baik saat itu."

Ternyata, ketika datang waktunya...bukan hanya air mata, tapi rasanya seluruh tubuh menangis.
Saya benar-benar kehilangan.

Namun saya yakin, tidak ada lagi sakit itu padanya.

Makassar di bulan November

Satu janji akhirnya saya tepati, meskipun saya tahu ini terlambat.
Banyak rencana yang tidak sempat dipenuhi.
Sultan Hasanuddin Airport siang itu, seharusnya tidak hanya adiknya yang berdiri disitu.

Saya ingat dulu kami pernah berpura-pura seolah kami sedang olahraga sore di Pantai Losari, tapi kali ini, saya di pantai itu menyaksikan matahari terbenam dalam bisu.
Meskipun akhirnya cerita - cerita baik tentangmu mengalir dari mulut sang adik menemani perjalanan surya menenggelamkan dirinya.

UnHas, saya dan adiknya lewati untuk sekedar mengenang tempatnya dimana dia pernah berusaha meraih gelar dokter giginya. Lalu kembali saya teringat saat dia berniat untuk melarikan diri dari Ujian Akhir, karena menurutnya tidak ada gunanya. Namun akhirnya dia tetap jalankan ujian hingga selesai.
Argh, saya jadi teringat momen-momen yang pernah kami lewati.

Sekarang, jalan cerita sudah berbeda. Dulu kami mencoba jadi sutradara amatir dalam sebuah drama, namun penulisnya adalah Sang Agung yang tak terbantahkan.

Kamu yang terbaring disana...
waktu singkat yang pernah ada, berbekas hingga sedalam-dalamnya hati yang saya miliki.
Kamu pernah menunjukkan hal yang baik dan juga tidak, namun rasanya cela kecil itu tertutupi dengan kebaikan yang kamu miliki.
Bersyukur untuk waktu yang pernah kita miliki
Kamu tentunya tahu doa yang saya harapkan....
Terima kasih untukmu....

Semua (yang) berasal dari-Nya, akan kembali pada-Nya...

Senin, 27 Juni 2011

Kembali

Akhirnya memang harus kembali kesini..
Tempat meluapkan setiap keluh dan berbagai emosi..

Ingatkan saya untuk tidak lagi menaruh telapak tangan di bawah
tidak lagi sebagai peminta-minta
mengemis untuk dikasihani..
meskipun hanya meminta sedikit perhatian dan meminjam telinga kawan walau sebentar saja

Tidak lagi mencari bahu untuk bersandar
Tidak pula mencoba mengejar lengan untuk merangkul..
Cukup disini, serta mengadu pada yang tak pernah lelah...
Cukuplah itu bagi saya...

Selasa, 24 Mei 2011

Facebook III

Entah apa yang mereka pikirkan
Jejaring sosial ini semakin marak dengan 'penipu'

Bodohnya, saya sukses menjadi korban..
Tidak tanggung - tanggung...
2 KALI...

Saya yang bego dan bodoh, tidak perlu ditanyakan kenapa begitu saja mudah percaya...

Yang perlu ditanyakan, kenapa orang begitu lihai, fasih dan pandai membual?
Merasa pantas ya, mengecoh, menipu, membuat orang rugi..
Entah kepuasan apa yang didapat...

Ataukah merasa memiliki kemampuan lebih, hingga disia-siakan untuk berbuat hal merugikan untuk orang lain...
Sombong sekali jika benar demikian..

Kamis, 19 Mei 2011

setelah hari kemarin

Games...
Saya selalu menyukai itu...

Permainan...
Membuat saya tertantang untuk membuat rekor, dan menyelesaikannya hingga tuntas..

Saya harusnya tak kesulitan untuk melakukan permainan lainnya...
Apapun itu...

Maka sekarang saya hanya akan bermain-main...

Lalu mungkin laman ini tidak akan berisi lagi biru dan keluhan...
Lalu jika masih??
Maka biru adalah memang sahabat saya..

Rabu, 18 Mei 2011

klasik

Seperti diingatkan,,, ketika seorang teman menuliskan, bahwa :
Kita tulis rencana dengan menggunakan pena tapi berikan penghapusnya pada Allah,,,biarkan Dia menghapus yang salah dan mengganti dengan rencana-NYA yang lebih indah..
Ya..saya yang terlalu sering merasa menjadi orang paling benar, sekarang hanya dapat terdiam, menyaksikan apa yang telah saya tulis memudar tanpa terelakkan..
Rencana terhapus perlahan...

Semua yang pernah saya tulis, tetap ada, hanya pada bagian rencananya saja sekarang terhapus..
Ya,,semua yang pernah saya tulis yang pernah menjadi nyata akan tetap ada..
Maka bila ada siapapun meminta saya melupakan itu.. Saya tidak akan melakukannya.

Seperti ucap seorang lelaki bijak :
Sidik jari kita tidak akan pernah hilang, dari kehidupan yang telah dan pernah kita lalui.

Jika kelak saya lupa, mungkin ketika daya ingat saya menurun,,
mungkin ketika rambut saya memutih,,

Semestinya saya tidak perlu merasa kecewa dan sedih hati,, karena toh hanya pada bagian rencana saja yang terhapus.
Jika saya pikir dengan otak saya, saya pernah mendapatkan bahagia yang saya idamkan kala itu.
Maka semestinya saya hanya cukup bersyukur pernah merasakan itu.
Namun, ktika saya melihat pada hati saya,,, dia terluka bukan pada masa depan yang kabur,, tapi karena ada kekosongan yang dalam.

Maka pantaskah jika saat ini dan nanti, saya hanya menjadi 'penerima' saja, tanpa rencana?
Atau jika saya bersikap seperti itu, maka saya akan menjadi anggota baru dari kelompok putus asa?

Sabtu, 16 April 2011

menuju tua

Yang tua ngalah....
Kalimat ini sering didengar..
Dan saya menuju tua...

Semestinya saya banyak mengalah
Mengalah pada keadaan
Pada sikap
Pada pikiran
Pada jiwa

Cukuplah bermain dalam drama
Saatnya menjalankan realita

Marah itu drama
Jika ada yang tak sesuai dengan hati
Maka itu realita yang harus saya hadapi
Bukan untuk dimarahi

Orang bilang saya tak dewasa
Untuk hobi
Untuk pemikiran
Untuk banyak hal

Saya sekarang belajar
Dari satu hal saja dulu

Marah bukan menunjukkan kedewasaan, bukan pula menunjukkan kekuasaan
Awal menuju tua, saya hilangkan hal itu.

Diniatkan
Dilakukan
Sampai benar-benar tua..

bukan yang pertama

Seperti halnya hati dan pikiran saya, yang terkadang tidak dapat 'diatur'
Saya mungkin harus pahami, jika ada waktu dimana hatinya juga pikirannya mengingat yang lain.
Namun ini bukan kali pertama...

Dulu dia menangisi orang lain, dan saya hanya bisa mendengar itu tanpa bisa memberi komentar
Miris? Mungkin...
Kali ini, dia tengah mengingat orang lain dan mungkin saya sekarang ini jauh dari ingatannya.

Saya telah mengucap tidak akan memberikan komentar, ataupun sekedar bertanya jika ada yang menyangkut perubahan sebuah berita
Saya juga telah terlanjur berucap tidak akan menyengaja membuka itu..
Tetapi jika tiba-tiba muncul dalam beranda sebuah laman dan tidak sengaja terlihat..
Saya pikir hanya diam yang perlu saya lakukan

Saya mencoba untuk tulus...
Tidak seharusnya saya meminta siapapun untuk selalu menghargai perasaan saya.
Jika hanya mengelus dada, adalah yang dapat saya lakukan.
Maka itu saja kali ini yang akan saya kerjakan, hingga baik akan kembali datang

Tak bisa dielakkan juga jika akhirnya saya menjadi merasa, bukan saya mungkin yang seharusnya ada disitu.
Saya terkadang tak cukup sabar, saya terkadang bisa meluap-luap
Saya yang tidak bisa mencuri hatinya... sepenuhnya... sepertinya... Tak cukup baik dimatanya.. untuknya

Seandainya orang yang tengah dia pikirkan kali ini dulu sebaik yang ia inginkan..
Tentunya saya tidak ada untuknya...
Karena saya sepertinya tahu, dia menyayangi wanita itu sungguh-sungguh.. sepenuhnya..

Maka menggeser posisinya, terlalu muluk bagi saya.

Tak akan pernah saya marah untuk ini.
Karena kembali lagi, tak mudah memang mengatur hati.

Saya hanya berharap yang baik dan yang terbaik.
Jika porsi baik yang harus saya dapat adalah seperti ini..
Maka sepatutnya saya bersyukur...
Semoga saja hati saya selalu dicukupkan oleh-Nya.

Minggu, 27 Maret 2011

Paham

Mesti menyayangkan, atau malah harus merasa beruntung.
Saya tidak bisa menjawab pertanyaan dengan jawaban seperlunya.
Setiap kali dicoba selalu merasa bersalah, atau merasa tidak memiliki santun.

Orang Sunda, banyak yang bilang terlalu basa basi.
Tapi terkadang basa basi itu perlu.
Menjawab pertanyaan tidak hanya secukupnya, kadang memang menunjukkan ketertarikan dan bisa membuat orang merasa dianggap dan dihargai.

Saya tidak gila dengan penghargaan..
Tetapi ketika menanyakan sesuatu lalu dijawab hanya satu dua kata, sepertinya memang lawan bicara tengah membatasi diri untuk saya tidak menanyakan hal lain dan terkadang saya memang merasa tidak dihargai.

Saya pernah mencoba melakukan hal seperti itu, alhasil menyinggung beberapa orang, lalu saya perlu klarifikasi dan mencoba memperbaiki keadaan.

Saya dituntut untuk selalu bersikap baik, namun individu lain bisa bersikap 'semau gue' yang tentunya saya harus paham itu.
Entah siapa yang harus dikasihani...

Sabtu, 26 Februari 2011

Map of The Problematique

Fear and panic in the air
I want to be free
From desolation and despair
And I feel like everything I sow
Is being swept away
Well I refuse to let you go

I can't get it right
Get it right
Since I met you

Loneliness be over
When will this loneliness be over

Life will flash before my eyes
So scattered and lost
I want to touch the other side
And no one thinks they are to blame
Why can't we see
That when we bleed we bleed the same

I can't get it right
Get it right
Since I met you

Loneliness be over
When will this loneliness be over

Ladies Parking


Ladies Parking, untuk sebagian orang mungkin merasa ini adalah diskriminasi, dan mungkin untuk sebagian perempuan merasa 'dilecehkan'. Ya, ada seorang teman yang merasa dianggap demikian.
Letak parkir khusus perempuan memang dibuat mudah dan dekat, jadi menurutnya penyedia lahan parkir menganggap skill menyetir perempuan kurang, atau perempuan dianggap tidak lihai memarkirkan kendaraannya.

Untuk saya, tidak masalah, terkadang saya memang perlu untuk parkir mudah. Terutama ketika ke mall, dan ramai pengunjung. Otomatis mencari parkiran juga lebih lama. Ladies parking jelas yang dicari..

Sayangnya beberapa kali, kesempatan untuk mendapatkan Ladies Parking terpatahkan..karena tidak diperbolehkan oleh petugas parkir..
"Maaf, ini untuk perempuan..."
LHA????
Ada waktu dimana, saya spontan menurunkan kaca lalu bilang, "saya memang apa mas?"
Tapi, jika sedang malas klarifikasi, ya sudahlah lanjut mencari parkiran tanpa 'label'...
Toh hanya perlu waktu lebih banyak saja...
Tidak pula merasa dirugikan

Rabu, 23 Februari 2011

T_T

sampai mata mesti dikompres
minggu ini benar-benar berat

berat mata semakin menggila

membayangkan alas nyaman
tidak ada gunanya...

Kaku

Sudah benar-benar dimulai lagi?
Ritme hari dimana tidur adalah prioritas ke seratus sekian

Bukan hanya antrian lembar yang harus diselesaikan,
Yang baru munculpun, diwajibkan untuk selesai cepat.
Ahli sulap, itu mungkin yang dipikirkan mereka.

Malam tadi, bersyukur bisa terpejam beberapa saat
Bangun dengan otot tegang dan tulang yang mulai meronta
Tapi ini memang hidup saya

Tanpa paksaan saya bisa ada disini,
Ini pilihan saya, maka apapun harus bisa ditelan
Tanpa keluhan
Selama masih ada...
Tukang pijat...

Selasa, 22 Februari 2011

Gerhana

Gadis kecil hanya bermain-main dengan bulannya
Gerhana menurutnya, nampak bersinar diluarnya..
Namun kosong di dalamnya

Dia bilang, dia bosan dengan tangis...
Walau air mata yang keluar hanya sedikit dan sedikit
Dia bilang, dia takut..
Ternyata dia membutuhkan semua yang hilang lebih dari sebelumnya

Hatinya seperti gerhana dalam genggamannya
Semua yang baik dalam hidupnya berangsur pergi
Mengosongkan isi hati
Cangkangnya saja yang masih penuh kemilau

Ada yang mendekat untuk mendekap
Serentak kedua matanya terbelalak marah
Dia bilang dia tak butuh itu
Dia bilang dia ingin jatuh cinta
Bukan kepalsuan

Dia ingin membuat semuanya menjadi benar
Bukan menurut mereka, bukan menurut orang-orang itu

Selama ini, dia hanya mencari yang membuatnya nyaman
Maka tak heran ketika hatinya hanyalah tempat singgah
Tempat bertengger burung-burung manis untuk sementara

Hatinya dan gerhana dalam genggaman
Gadis kecil dan kekosongannya
Mata yang bersinar hanyalah pemandangan tak abadi
Suara kesejukan berganti dengan isak

Dia akan selalu baik-baik..
Karena gerhana adalah pesona..
Untuk dinikmati tapi tak perlu dimiliki

Senin, 21 Februari 2011

Spending My Time

What's the time? Seems it's already morning
I see the sky, it's so beautiful and blue
The TV's on, but the only thing showing
Is a picture of you
I get up and make myself some coffee
I try to read a bit but the story's too thin
I thank the Lord above that you're not here to see me
In this shape I'm in

Spending my time watching the days go by
Feeling so small I stare at the wall
Hoping that you think of me too
I'm spending my time

I try to call but I don't know what to tell you
I leave a kiss on your answering machine
Oh help me please, is there someone who can make me
Wake up from this dream?

Spending my time watching the days go by
Feeling so small I stare at the wall
Hoping that you think of me too
I'm spending my time
Watching the sun go down
I fall asleep to the sound of "Tears of a clown"
A prayer gone blind
I'm spending my time

My friends keep telling me
"Hey life will go on"
Time will make sure I get over you
This silly game of love
You play, you win, only to lose

Malam..

Malam lalu...
Dengan gugup dia mengatakan bahwa semua ini rahasia
Yang membuatnya nyaman

Seperti mencicipi Canibis, langsung dari ladangnya
Menciumnya, ketenangan dan gembira menyeruak hingga jiwa
Saya menangis, karena indahnya

Malam lalu...
Memiliki malam hanya dengannya,
Sepertinya bintang hanya untuk kami
Surga untuk kami

Malam tadi...
Darah mendidih, semua fantasi hilang
Hampir meledak dan pecah

Malam tadi..
Semua berantakan..
Bulan sedang penuh kala itu...
Saya menangis karena indahnya
Sekaligus karena kaburnya satu hal indah..

Malam lalu..
Malam tadi..
Malam ini...
Malam esok..

Mengangkat diri dari kerapuhan...

Minggu, 20 Februari 2011

Meskipun tak siap

Cara dia bernyanyi
Cara dia tertawa
Cara dia menyapa
Cara dia bicara
Cara dia tersenyum
Cara dia berjalan
Cara dia menatap
Cara dia menyentuh
Cara dia bercerita
Cara dia .........

Ada bagian dalam ingatan saya untuk menyimpan itu
Terkunci dan mungkin tak akan pernah keluar dan menguap

Terima kasih untuk banyak hal baik yang telah saya dapat
Terima kasih untuk waktu yang tak percuma
Terima kasih untuk hati yang pernah terisi penuh
Terima kasih untuk canda, tangis, haru, sedih dan bahagia
Terima kasih untuk dia...

Ini pilihannya yang harus saya hargai
Terima kasih telah membawa saya sampai titik ini
Terima kasih untuk banyak hal, yang mampu membuat saya saat ini tersenyum dan menangis
Terima kasih untuk dia...

Baik-baik dan sehat-sehat untuknya

Biru

Saya tahu esok takkan sama
entah apa yang akan saya perbuat
Saya tahu ini takkan mudah, tapi cukuplah untuk saya
Tidak akan saya mempersulit yang lainnya

Mungkin waktu yang diberikan memang hanya sampai saat ini
Mestinya saya bersyukur untuk itu
Untuk sesuatu yang tak semua orang dapat miliki
Kemurnian hati dan kesederhanaan.

Saya telah mencoba yang terbaik menurut saya
Apapun hasilnya dan apapun akhirnya
Saya tak berhak menentukan
Semua campur tangan-Nya.

Jika sekarang telah menjadi puing, tidak akan saya meminta siapapun untuk membereskannya
Mungkin sayapun tak sanggup, tapi selalu ada sisa dari hati yang rusak
Semakin menipis akibat sering teriris, saya akan jaga yang tersisa.

Tak perlu dulu saya pikirkan apa yang saya butuhkan
Cukup menjaga diri untuk tak terjatuh
Karena yang ada saat ini, benar-benar telah membuat saya tak seimbang

Tidak akan pernah saya melupakan apa yang pernah ada
Berkabung semoga tak makan waktu lama
Berdiri, berlari, dan diam, selalu saya dan masa lalu serta rencana.

Besok pagi semua tak sama
Bukan hanya untuk saya, tapi mungkin untuk banyak orang lain
Biru kali ini menjadi sahabat
Semoga warna lain segera mendekat, setidaknya untuk membuat saya bisa...

Tersenyum....

..................

Ketenangan akhirnya berlalu
Dalam diam aku menangis
Untuk mimpi yang tak lagi ada
Untuk mimpi yang takkan pernah ada.

Kata-kata yang mengakhiri semuanya
Hitam awalnya hanya bayangan
Kini legam menyelimuti
Menelan menggerogoti hati

Api yang harusnya menghangatkan
Berubah, membuat beku
Hangat itu harusnya selamanya
Tanpa akhir, tanpa batas

Penguasa hati, tenangkanlah hati
Pemilik hati, redamkanlah gemuruh hati

Mimpi yang hanya impian
Enyahkanlah dari angan
Jangan biarkan aku berandai-andai
Lebih dan makin menjadi

Biarkan aku mengingat ini
Tanpa harapan
Tanpa sesal
Tanpa kesal

Jumat, 04 Februari 2011

Facebook II

Lucu, melihat orang termasuk saya senang untuk eksis di situs jejaring sosial ini. Ada beberapa hal yang tak dipungkiri saya dapat tahu melalui situs ini.. Yang sederhananya adalah kabar teman-teman lama, dan malah kadang konflik serta masalah mereka. Atau isu sosial, lingkungan bahkan politik.. Untuk yang terakhir ini, saya tidak terlalu menyimak juga sih...

Cara mudah mengetahui kabar teman atau bahkan eks bos, adalah melalui photo dan status-status mereka...
Ada yang selalu update 5 menit sekali, ada yang 3 jam sekali, satu minggu atau mungkin satu bulan sekali...dan mungkin bahkan tidak pernah sama sekali.
Bicara tentang status, saya selalu terhibur dengan membaca status-status yang lucu, kocak... dan selalu merasa ikut semangat ketika status mereka juga berisikan kalimat-kalimat menyemangati. Ada juga yang memberikan peringatan, berbagi ilmu, menuliskan kalimat-kalimat Allah, menuliskan hadits-hadits dan banyak kalimat motivasi. Juga ada yang menuliskan keseharian mereka yang mau tidak mau kadang ikut tersenyum.
Intinya adalah ketika yang dituliskan adalah kalimat baik, ternyata membawa hal baik untuk orang lain yang membacanya.

Tetapi ternyata tidak jarang juga, ada beberapa yang statusnya selalu mengeluh dan mengeluh, entah itu mulai dari mimpi buruknya, hingga hujan yang sepertinya mengganggu hidupnya, atau guru yang bawel, pekerjaan yang sepertinya membuat hidupnya terbebani sekali, atau hal-hal kecil yang tanpa ia sadari membuat orang lain, terutama saya harus menyembunyikan status-status para pengeluh untuk tidak lagi ditampilkan dalam halaman awal situs.

Selalu ada rutinitas jika membuka situs ini, tentunya selain membuka notifikasi & pesan, saya akan membuka 'dinding' orang terdekat dan membaca status-status teman. Saya bersyukur orang-orang yang saya anggap dekat lebih banyak menuliskan kalimat kalimat lucu, menghibur, jg membuat berpikir dan banyak lagi selain keluhan. Sekali-kali mengeluh bolehlah, tapi jika satu minggu update status bisa sampai 30 kali, lalu isinya keluhan semua, rasanya eksistensi hal negatif lebih dibanggakan olehnya daripada hal baik dalam dirinya.

Satu hal lagi, perlu jika situs ini menjadi media untuk menjelekkan orang tua bahkan agama? Saya pikir tidak, jangankan menjelekkan orang tua dan agama, mengeluhkan satu kata jelek saja tidak pantas apalagi harus menuliskan kalimat keluhan, sesal, dan kata2 kotor serta umpatan untuk orang tua dan agama...

Tapi, lagi-lagi manusia tidak ada yang sama.
Untuk saya, mengeluh mungkin hanya pada orang terdekat, itupun sebenarnya tidak baik. Juga melalui ini, itupun sebenarnya tidak baik, apapun pembenarannya.
Ummm...jika maksudnya untuk membuat orang berpikir, maka harus mengeluh dulu, diperbolehkan? tidak juga pasti jawabannya.

Setidaknya setelah saya menulis ini, saya (berusaha) mengurangi bahkan menghilangkan sama sekali untuk mengeluh. Bukannya membuat tenang, malah semakin dengki, fatalnya, ini bisa berpengaruh juga bagi sebagian orang.

Ceritakan yang baik.. maka semua akan baik.

Senin, 31 Januari 2011

Di Tengah Pelajaran

Tidaklah mudah untuk saya, yang tengah belajar untuk mengesampingkan godaan untuk tidak kembali melakukan kebiasaan buruk...
Tidaklah mudah untuk saya yang arogan, yang sudah berniat untuk tak lagi mementingkan emosi, untuk dapat menahan amarah.

Tak ada yang tahu, malam lalu air mata mengalir, bahkan sosok yang sedang berbincang dengan sayapun tak mengetahui itu.
Sulit rasanya menata kalimat baik, agar tak lagi saya menyakiti siapapun itu, meski akhirnya tetap harus ada jarak.
Menahan diri untuk tak lagi berbicara dengan nada tinggi, menahan diri untuk tak lagi mengeluarkan kata-kata menyakitkan... Sulit rasanya..
Maka tanpa sadar saya harus menangis.

Sekujur tubuh merinding, bukan karena geli.
Bukan karena takut
Tetapi selalu, setiap kali merasa sakit, sedih & ingin marah... Tubuh menjadi seperti ini..

Saya yang semestinya tidak perlu lagi protes untuk apapun... Merasa menyesal setelah melakukan itu.
Toh memang manusia tak ada yang sama..
Apa yang terasa salah dimata saya, belum tentu salah menurut siapapun itu.

Jika diskusi dan menyampaikan apa yang saya rasakan adalah haram untuk saya, maka melalui ini saja teman berkeluh kesah.
Membuat diri belajar untuk tanpa emosi,
Kini bertambah, dengan belajar tak lagi memiliki nafsu dan keinginan lebih

Apa yang saya dapat, saya harus ingatkan diri berkali-kali, bahwa itu porsi yang harus saya terima
Dihiraukan, diabaikan...
Jika saya merasa dan memang diperlakukan seperti itu, maka saya yang harus membuang jauh prasangka.

Waktu...
Media yang saya butuhkan untuk saya bisa paham
Paham akan mata pelajaran yang saya pilih
Paham untuk saya lakoni.

Selamat Tidur

Saya tidak takut hitam
Namun jika gelap meraja lela
Cemas mulai merayap

Tidak akan berteriak
Cukup menundukkan kepala
Tanpa perlu melihat sekeliling

Saya tak bisa sendiri
Tanpa genggaman tangan
Tanpa pelukan

Seperti kali ini
Menengadahkan kepala hanya memberatkan hati
Berusaha tidak terisak

Gelap ini, saya harap hanya malam
Esok hari matahari akan kembali menyapa
Dengan senyum, dengan hangat

Ya, saya harap ini hanya malam
Bergegaslah tidur, untuk perbaiki hati
Untuk menyambut terang

Selamat tidur hati,
Selamat tidur langit tanpa bintang
Selamat tidur hari
Selamat tidur untuk dia yang sedang tak disamping saya...

Jumat, 28 Januari 2011

cermin

Satu waktu..
Ketika saya menerima perkataan menyakitkan, saya tahu benar rasanya seperti apa
Maka semestinya saya tak melakukan itu lagi

Satu waktu..
Ketika saya tak dihiraukau oleh seorang teman, saya tahu pasti rasanya menyedihkan
Maka semestinya saya tak melakukan itu

Satu waktu..
Ketika seorang teman dekat tetap melakukan apa yang tak saya dukung dan setujui, saya tahu rasanya tak dipedulikan
Maka semestinya saya tak melakukan itu

Satu waktu...
Saya yakin ada hal baik akan datang..

Jika saya tak mampu membuat senang,,
Saya harap saya bisa memberi tenang.

kita = cinta

Berdiri...
Lihatlah pelangi di atas bukit
Sengaja menampakkan diri untuk kita.

Warnanya yang indah, seperti apa yang ada dalam hati kita bukan?
Sempurna.

Hati yang sederhana
Ringan segalanya
Tanpa riuh teriakan

Hijau ini kita pijak dengan lembut
Biru ini naungi kita dengan suka cita
Terkadang hitam,
hanya untuk membuat kita semakin dekat dan kuat

kokoh itu kelak kita dapat
layaknya beton perlu waktu untuk mengering

Tak ada lelah..
atau roboh...

Selalu kita, bukan aku
juga bukan kamu..

Kamis, 27 Januari 2011

Untuk dia...

Jika dimungkinkan, saya menginginkan ini adalah yang terakhir.
Bukan terakhir karena nanti kami akan saling berjauhan dan setelah itu saya tak lagi memiliki 'teman' dekat.
Tetapi terakhir hingga nafas tak lagi saya miliki, tetapi apakah izin-Nya akan ada dan cuma-cuma diberikan pada saya?

Mencintainya adalah mudah, tanpa syarat dan bertele-tele.
Perasaan yang timbul tidaklah dibuat-buat, meskipun membuatnya mau dan mungkin percaya adalah belum saya dapatkan.

Hidup adalah pilihan, dan saya memilih dia.

Tidak banyak pertemuan yang telah kami jalani, tetapi selalu setelah itu, perasaan semakin menggebu dan semakin saya berharap dia adalah benar untuk saya.

Komunikasi tidak selalu berjalan baik, tetapi mungkin memang harus seperti itu. Bahwa hari tidak selalu siang, ada malam untuk ditaklukkan. Setelah itu, biarkan hati menerima kebaikan dan mengesampingkan keburukan.

Setiap kesalahan, adalah pasti pernah dilakukan. Tak lelah bersyukur, bahwa pembicaraan, percakapan lampau yang tidak menyenangkan hanya cukup sampai saat itu, tidak lagi untuk diungkit ungkit.

Dia yang merasa tak sempurna, namun selalu sempurna membuat hari-hari saya berwarna.
Maka sedih, senang, tawa, duka, berbaur dalam warna yang tak dapat digambarkan, hanya indah rasanya.

Tuhan, saya benar-benar menginginkannya...

Jika berlebihan adalah tak baik, maka cukupkanlah perasaan saya hanya olehnya. Tanpa merasa kurang bahkan lebih. Cukupkanlah waktu yang akan saya lewati hanya dengannya dan olehnya.
Tanpa pernah ada penyesalan, hanya syukur yang meluap.

Semoga dia adalah yang terakhir untuk saya,,,

Ruku

Satu waktu seorang terdekat mengirimkan pesan yang isinya, perbaiki sikap ruku dalam sholat saya.
Tidak perlu saya merasa harus protes apalagi tersinggung, toh sebenarnya memang ibadah saya tidak dan belum sempurna.

Maka selain menanyakan kepada yang bersangkutan, sayapun mencari-cari sikap sikap dalam sholat yang benar. Benar bukan saja menurut buku, tapi mengharapkan benar sesuai seperti yang Rasulullah SAW lakukan.

Mungkin terlambat untuk saya yang bukan lagi anak kecil untuk (baru) belajar posisi sholat. Tapi, saya bersyukur diingatkan dan diberi kesempatan untuk memperbaiki apa yang tidak baik, terutama ketika saya melakukan yang wajib. Waktu sakral saya dengan-Nya. Semoga semakin sempurna.

Membaca hadits dan beberapa tulisan mengenai ruku, saya hanya bisa mengucapkan istigfar dan istigfar, betapa apa yang sebelumnya dilakukan, sikap dalam sholat saya benar-benar jauh dari sempurna.

Entah itu, dari posisinya dan mungkin (waktu) dalam melakukannya yang terburu-buru dan tidak thumaninah.

Rasulullah SAW bersabda, ”Jika engkau ruku letakkanlah kedua tanganmu di atas lututmu. Kemudian renggangkanlah jari-jarimu sampai tulang belakangmu menjadi mapan ditempatnya.” (HR Ibnu Khuzaimah & Ibnu Hibban).

Kemudian

Sabda Rasulullah SAW ”Sempurnakanlah ruku dan sujudmu. Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya aku benar-benar melihat kamu dari balik punggungku saat kamu ruku dan sujud.” (HR Bukhari & Muslim).

Rasulullah SAW juga bersabda ”Pencuri yang paling jahat adalah pencurian yang mencuri dalam sholatnya.” Para sahabat bertanya ”Wahai Rasulullah bagaimana yang dimaksud dengan mencuri dalam sholat itu?” Rasulullah menjawab ”Yaitu orang yang tidak sempurna ruku dan sujudnya dalam sholat.” (HR Thabrani dan Hakim).

Selain hadits di atas, tentunya banyak hadits lainnya dan ulasan lain mengenai Ruku yang benar.

Ketika Ruku dilakukan dengan benar, ternyata ada manfaat lain untuk sehat tubuh kita, antara lain :
  • Mencegah melekatnya tulang Kelangkang dan tulang tungging, Hal ini secara langsung dapat mencegah penyempitan ruang panggul.
  • Membuat ruas tulang belakang (vetebrata) akan tetap berada dalam kondisi prima dengan kata lain ruku' dapat menghindarkan diri dari penyakit pada ruas tulang belakang
  • Sebagai latihan kemih untuk pencegahan keluhan prostat
  • Ruku' dapat membuat peredaran darah menjadi lebih lancar ke arah kepala dan bersama-sama dengan itu aliran getah bening

Lalu menurut ahli psikologi, manfaat Ruku' :
Secara psikologi, ruku' mewakili arti penting hubungan diri dengan Allah. Sikap ruku' yang berada di tengah-tengah ketiga gerakan utama shalat, adalah simbol dari kepatuhan dan ketaatan. Ruku' juga merupakan salah satu gerakan inti shalat, karena hitungan satu rakaat hanya mempunyai satu ruku'. (Budi Dharmawan, psikolog)

Subhanallah...

Syukur dipanjatkan, pada-Nya, dan terima kasih pada orang terdekat yang mengingatkan...juga pada media yang memudahkan saya untuk belajar.