Labels

Jumat, 04 Februari 2011

Facebook II

Lucu, melihat orang termasuk saya senang untuk eksis di situs jejaring sosial ini. Ada beberapa hal yang tak dipungkiri saya dapat tahu melalui situs ini.. Yang sederhananya adalah kabar teman-teman lama, dan malah kadang konflik serta masalah mereka. Atau isu sosial, lingkungan bahkan politik.. Untuk yang terakhir ini, saya tidak terlalu menyimak juga sih...

Cara mudah mengetahui kabar teman atau bahkan eks bos, adalah melalui photo dan status-status mereka...
Ada yang selalu update 5 menit sekali, ada yang 3 jam sekali, satu minggu atau mungkin satu bulan sekali...dan mungkin bahkan tidak pernah sama sekali.
Bicara tentang status, saya selalu terhibur dengan membaca status-status yang lucu, kocak... dan selalu merasa ikut semangat ketika status mereka juga berisikan kalimat-kalimat menyemangati. Ada juga yang memberikan peringatan, berbagi ilmu, menuliskan kalimat-kalimat Allah, menuliskan hadits-hadits dan banyak kalimat motivasi. Juga ada yang menuliskan keseharian mereka yang mau tidak mau kadang ikut tersenyum.
Intinya adalah ketika yang dituliskan adalah kalimat baik, ternyata membawa hal baik untuk orang lain yang membacanya.

Tetapi ternyata tidak jarang juga, ada beberapa yang statusnya selalu mengeluh dan mengeluh, entah itu mulai dari mimpi buruknya, hingga hujan yang sepertinya mengganggu hidupnya, atau guru yang bawel, pekerjaan yang sepertinya membuat hidupnya terbebani sekali, atau hal-hal kecil yang tanpa ia sadari membuat orang lain, terutama saya harus menyembunyikan status-status para pengeluh untuk tidak lagi ditampilkan dalam halaman awal situs.

Selalu ada rutinitas jika membuka situs ini, tentunya selain membuka notifikasi & pesan, saya akan membuka 'dinding' orang terdekat dan membaca status-status teman. Saya bersyukur orang-orang yang saya anggap dekat lebih banyak menuliskan kalimat kalimat lucu, menghibur, jg membuat berpikir dan banyak lagi selain keluhan. Sekali-kali mengeluh bolehlah, tapi jika satu minggu update status bisa sampai 30 kali, lalu isinya keluhan semua, rasanya eksistensi hal negatif lebih dibanggakan olehnya daripada hal baik dalam dirinya.

Satu hal lagi, perlu jika situs ini menjadi media untuk menjelekkan orang tua bahkan agama? Saya pikir tidak, jangankan menjelekkan orang tua dan agama, mengeluhkan satu kata jelek saja tidak pantas apalagi harus menuliskan kalimat keluhan, sesal, dan kata2 kotor serta umpatan untuk orang tua dan agama...

Tapi, lagi-lagi manusia tidak ada yang sama.
Untuk saya, mengeluh mungkin hanya pada orang terdekat, itupun sebenarnya tidak baik. Juga melalui ini, itupun sebenarnya tidak baik, apapun pembenarannya.
Ummm...jika maksudnya untuk membuat orang berpikir, maka harus mengeluh dulu, diperbolehkan? tidak juga pasti jawabannya.

Setidaknya setelah saya menulis ini, saya (berusaha) mengurangi bahkan menghilangkan sama sekali untuk mengeluh. Bukannya membuat tenang, malah semakin dengki, fatalnya, ini bisa berpengaruh juga bagi sebagian orang.

Ceritakan yang baik.. maka semua akan baik.