Labels

Senin, 31 Januari 2011

Di Tengah Pelajaran

Tidaklah mudah untuk saya, yang tengah belajar untuk mengesampingkan godaan untuk tidak kembali melakukan kebiasaan buruk...
Tidaklah mudah untuk saya yang arogan, yang sudah berniat untuk tak lagi mementingkan emosi, untuk dapat menahan amarah.

Tak ada yang tahu, malam lalu air mata mengalir, bahkan sosok yang sedang berbincang dengan sayapun tak mengetahui itu.
Sulit rasanya menata kalimat baik, agar tak lagi saya menyakiti siapapun itu, meski akhirnya tetap harus ada jarak.
Menahan diri untuk tak lagi berbicara dengan nada tinggi, menahan diri untuk tak lagi mengeluarkan kata-kata menyakitkan... Sulit rasanya..
Maka tanpa sadar saya harus menangis.

Sekujur tubuh merinding, bukan karena geli.
Bukan karena takut
Tetapi selalu, setiap kali merasa sakit, sedih & ingin marah... Tubuh menjadi seperti ini..

Saya yang semestinya tidak perlu lagi protes untuk apapun... Merasa menyesal setelah melakukan itu.
Toh memang manusia tak ada yang sama..
Apa yang terasa salah dimata saya, belum tentu salah menurut siapapun itu.

Jika diskusi dan menyampaikan apa yang saya rasakan adalah haram untuk saya, maka melalui ini saja teman berkeluh kesah.
Membuat diri belajar untuk tanpa emosi,
Kini bertambah, dengan belajar tak lagi memiliki nafsu dan keinginan lebih

Apa yang saya dapat, saya harus ingatkan diri berkali-kali, bahwa itu porsi yang harus saya terima
Dihiraukan, diabaikan...
Jika saya merasa dan memang diperlakukan seperti itu, maka saya yang harus membuang jauh prasangka.

Waktu...
Media yang saya butuhkan untuk saya bisa paham
Paham akan mata pelajaran yang saya pilih
Paham untuk saya lakoni.