Pagi yang tidak terlalu baik...
Mungkin memang tidak seharusnya saya membuka sesuatu yang bukan diperuntukkan bagi saya....
Hasilnya...jadi uring-uringan sendiri.....
Sepertinya lebih baik membiarkan dia melakukan apa yang dia suka..
Apa yang menurut dia baik, yang bisa membuat dia senang dan merasa tercukupi...dengan caranya sendiri...
Untuk perkara menjaga hati, saya tidak akan pernah lagi meminta dia untuk melakukan itu...
Sayapun tidak perlu memberi contoh bagaimana layaknya berpasangan yang baik yang utamanya harus menghargai perasaan masing-masing dan memberikan kenyamanan juga ketenangan.
Saya tidak merasa lebih baik darinya, tetapi satu yang pasti, saya tidak akan pernah melakukan hal seperti yang dia lakukan pagi ini.
Hari ini ada beberapa hal yang saya sadari....
Saya belum atau bahkan tidak memiliki dia sepenuhnya.
Pagi hari bukanlah waktu dimana kami dapat bertukar pesan saling memberi semangat jalani hari baru...dia selalu dengan dunianya dan bahkan lebih tertarik mencari tahu kabar orang terdekat lainnya.
Dimana sepanjang hari kami berada adalah hanya kepentingan untuk masing-masing kami sendiri. Apa yang kami lakukan sepanjang hari adalah hal yang sepertinya belum perlu kami bagi.
Mulai merasa hari sebelumnya lebih baik daripada hari ini.
Pesan yang saya terima jauh lebih menyenangkan daripada hari ini, obrolan kami sebelum hari inipun lebih menyenangkan.
Saya tidak akan menuntut apa yang dilewati haruslah selalu menyenangkan, tetapi menghargai pasangan dalam bentuk apapun adalah kewajiban yang harus dijalankan..
Bahkan jika dijalankan dan diluapkan dengan hati, Marah, Sedih, Tawa, Senang tetap dapat membuat bahagia. Tapi tidak dengan hari ini...
Berhasil membuat hari ini menjadi hari dimana saya banyak berpikir..
Lagi-lagi saya tahu pagi bukan waktu dimana saya adalah orang pertama yang dia ingat, dan malam bukanlah waktu dimana ucapan selamat tidur dia sampaikan dengan hati.
Esok pagi, tidak perlu saya melakukan pengumuman bahwa saya masih hidup dengan mengirimkan teks ringan.. Karena rasanya sia-sia..
Begitu juga dengan malam... rasanya saya tidak ingin lagi diposisikan sebagai pengganggu yang merusak suasana hati dengan selalu mencoba menghubunginya..
Ironis ketika saya sibuk mencari tahu kabarnya dan keadaannya, sementara dia sibuk dengan yang lain dan ingat sayapun tidak.
Entah harus menjadi satu hal yang saya sesalkan atau saya syukuri...bahwa rasa sayang sudah terlanjur timbul. Menjadi siksaan ketika saya akhirnya harus membatasi diri.
Saya hanya tidak ingin harus mengulangi lagi hari seperti hari ini.
Saya rasanya memiliki pasangan, tetapi saya merasa berjalan sendiri.
Ketika saya dengan bangga mulai memamerkan pada dunia bahwa hati sudah membaik, saat akan menunjukkan siapa yang berhasil membuatnya menjadi baik...saya mencari ke segala arah..
Hanya saat dia sempat, dia ada disitu....
Lagi-lagi diawali dengan menjaga hati...