Labels

Kamis, 11 April 2013

Stuck

Kembali saya meyakini bahwa ketika keadaan sedang keluar dari jalurnya, saya memiliki hasrat untuk menulis. 

Sekarang keadaan sedang keluar dari jalurnya. Seharusnya malam ini saya mengerjakan perencanaan pipa namun mood saya lenyap seketika karena sesuatu hal. Saya bukan orang yang moody, tapi hanya jika berurusan dengan yang satu itu, saya menjadi tidak dapat mengontrol diri. 

Orang bilang ketika ada kedongkolan, atau apapun itu yang membuat hati tak berbentuk, salah satu hal yang dapat menenangkan adalah dengan menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya dengan kuat melalui mulut. Namun buat saya itu saja tidak cukup, setelah menumpahkan disini entahlah, rasanya lebih baik.

Saya tahu hari tidak selalu terang, tidak selalu cerah dan menyenangkan. Meski begitu, masih saja saya selalu harus 'kaget' dengan perubahan cuaca, dari cerah menjadi mendung, dari terang menjadi gelap. Padahal ini sudah biasa, bertahun-tahun seperti ini, masih saja saya seperti bocah yang meminta perlindungan ketika perubahan datang. Senang yang berubah menjadi sedih, sehat yang berubah menjadi sakit, dan hal semacamnya, saya masih mencari perlindungan.

Walau sakit kadang kita yang cari sendiri, ketika kita menjadi "sesuatu" atau seseorang yang dengan sadar dan mau menjadi korban akan satu keadaan, seharusnya konsekuensinya dapat diterima dengan mudah tapi ternyata tidak begitu.

Apa pelajaran yang saya dapat untuk hari ini? Seharusnya saya sudah hafal mengenai ini. Jika ini adalah mata kuliah, saya sepertinya telah mengulang ini berkali - kali, tapi tidak juga lulus dengan nilai baik. Bahkan jika mendapatkan nilai C-pun itu adalah C minus yang merupakan hasil dongkrak karena kebaikan dosennya. Pelajaran yang saya dapat, saya tahu selalu itu. Sayangnya prosesnya selalu membuat hati semrawut.

Bagaimana naik tingkat, jika soal yang sama atau mirip, tidak dapat dijawab dan diselesaikan dengan baik.

Saya yang tidak naik kelas hhhhh....