Labels

Selasa, 19 Oktober 2010

Tanna

Satu waktu...
Ketika sekelompok orang dari Pulau Tanna berkumpul dengan orang Inggris, yang pertama mereka katakan adalah,

"Kami adalah orang kulit hitam dan kalian adalah orang kulit putih. Kami adalah tinta, dan kalian adalah kertas. Kami tidak akan berguna jika tak ada kertas, begitu pula kalian, tak bermakna jika tak ada tinta yang tertuang di dalamnya.."

Mestinya seperti itu...
Hidup rukun, perbedaan tidak dijadikan pemicu perselisihan
Toh tanpa adanya si putih, si hitampun tak ada..
Tak ada istilah miskin, jika kaya tidak ada..
Tak ada istilah baik, jika buruk tak pernah ada..

Semua istimewa karena ada perbedaan..

Tidak melulu dan lantas marah lalu berperang karena ada yang tak sama..
Tapi tidak juga menjadi tak peduli..

Tak perlu memaksakan beda menjadi sama
Jika semua terlahir sama, lalu apa masing-masing kita ini?
Tak ada yang perlu dilihat, dipelajari dan dipahami..

Manusia adalah makhluk yang cenderung mudah bosan..
Karena itu mungkin lalu ada banyak hal yang tak sama
Hanya perlu bersyukur
Cara lain bersyukur adalah dengan berpikir, mengerti, toleransi lalu rukun..

Saya tak paham dengan perang yang disebabkan karena perbedaan..
Yang merasa bersih memerangi yang terlihat kotor
Yang merasa lurus memerangi yang berjalan belok dan berkelok-kelok
Seperti merekalah Tuhan itu, yang patut menghukum

Selama tidak mengganggu, tidakkah dibiarkan masing-masing berjalan dengan caranya..?
Selama tidak mengganggu, biarkan seperti itu..
Hitam putih...
Indah dan beragam...
Belajar dari sekelompok Tanna yang mengerti perbedaan..