Pagi ini seandainya lelaki itu tahu... aku tak terpejam walau sedikit..
Memikirkan kalimat - kalimat yang selalu pedas yang selalu keluar dari mulutnya
Aku ingin memaafkan, dan aku telah memaafkan
Hanya kedua lutut dingin yang sedari tadi kupeluk erat...
Air mataku telah berhenti mengalir...
Telah habis rasanya, namun panasnya mata ini masih sangat bisa kurasakan
Terasa ada getaran kecil dan segera kulihat telepon genggamku dengan tak bernafsu
Namanya yang biasanya membuatku tersenyum dengan melihatnya muncul di layar telepon genggam, kini berhasil membuat air mataku yang kukira habis terurai lagi.
Ingin rasanya kubuang jauh benda ini jika saja tak kuingat betapa susah payah aku mendapatkannya..
Ingin rasanya kuangkat telepon lalu kuteriaki "PERGI!!!"""
Ingin rasanya kusiram dengan air saja agar getaran ini berhenti..
Aku... Sayang.. Kamu...
Rasanya keteguhan hatiku mulai melemah.. tapi rasanya lebih baik kuangkat saja dengan membiarkan dia mendengar suaraku yang kubuat tidak lagi sebaik dan sehangat dulu..
Karena aku ingin kamu pergi, aku ingin kita saling menyayangi dengan cara ini, agar tak ada lagi sakit dalam hati.
"Hallo...", tanpa semangat dan kuharap kau mendengar jelas nada suaraku ini.
Hening....