Menyakiti dan disakiti..
Saya lebih memilih disakiti, meskipun itupun bukan hal yang dapat membuat hidup tenang..
Tetapi setidaknya untuk saya, ketika saya disakiti, saya tidak akan selalu hidup dalam penyesalan yang panjang dan hanya saya sendiri yang perlu disembuhkan...dengan cara saya sendiri.
Tapi lagi-lagi.. semua tidak sejalan dengan yang direncanakan..
Bukan keinginan saya jika harus ada diposisi ini..
Ketika harus kembali menyakiti orang yang pernah dekat.
selalu dan kembali hanya kata "maaf" yang bisa saya keluarkan...
Saya tahu itu sama sekali tidak membuat perihnya menjadi lebih baik..
Saya tahu itu tidak membuat galaunya berubah menjadi ketenangan..
Bukan tanpa usaha...
Saya pernah mencoba..tapi tidak berhasil
Waktu memang bukan ukuran..Lama...Sebentar...
Ketika saya merasa tidak dapat memberikan apa yang dibutuhkan..
Ketika saya merasa dia lebih layak mendapatkan apa yang seharusnya dia terima..dan sayangnya bukan dari saya.
Keinginan saya untuk selalu berhubungan baik tidak disambut dengan suka cita...saya bisa apa?
Lagi-lagi, saya harus mengulang kata-kata yang tentunya tidak ingin didengar olehnya..
Jika dia selalu bilang, dia tidak pernah menjadi prioritas dalam hidup saya..
Dia harusnya tahu, bahwa itu tidak benar..
Sekali lagi...
Saya benar-benar pernah berusaha dan mencoba untuk hubungan yang dulu pernah ada berhasil..
Tapi kenyataannya?
Saya tidak akan pernah menyalahkan siapapun..kecuali diri sendiri..
Maaf jika semua yang pernah kita rencanakan tidak pernah terlaksana..
Maaf jika semua yang pernah ada membuat semua yang ada sekarang menjadi kacau..
Saya benar-benar berharap apa yang ada di hadapannya saat ini, menjadi yang terbaik baginya..
Yang bukan saja mengisi kekosongannya, tetapi benar-benar menjadikan hari, hati dan dunianya penuh dan saya benar-benar rindu dia tertawa lepas seperti dulu...
Maaf...saya tidak bisa memenuhi permintaan itu..
keadaaannya memang sudah tidak seperti sebelumnya..
Di samping itu...saya tidak akan pernah ingin lagi menyakiti dia lebih dalam...
Saya benar-benar ingin kami berteman dan saya yakin satu waktu...ketika semua sudah benar-benar baik...itu bisa terwujud..
Semoga waktu menjadi media yang tepat untuk kami menjadi orang yang berlapang dada menerima keadaan..
Saya yang pernah menyayanginya...
dan
Saya benar-benar minta maaf...