Pelajaran penting yang saya dapat hari minggu 26 September 2010 adalah jangan pernah memaksakan diri atas sesuatu yang tidak pernah dapat dijalani..
Saya pikir, saya sudah cukup 'besar' untuk bisa berkomunikasi dengan baik dengan sekelompok orang (meskipun) yang belum terlalu saya kenal..
Ternyata saya masih seperti saya yang dulu, ya saya sebelum hari itu, bahkan masih sama seperti belasan tahun yang lalu...
Uji keberanian ternyata tidak cukup berhasil...
Seharusnya hari itu, merupakan hari yang ditunggu-tunggu..tetapi hasilnya malah menjadi hari yang tidak terlalu berjalan dengan sempurna...
Perjalanan 170 KM lebih menggunakan sepeda motor dipenuhi dengan pikiran, topik apa yang harus saya lontarkan untuk menjadikannya sebuah percakapan nanti...?
4 jam di perjalanan & saya tidak menemukan jawabannya.. Saya tahu pasti, saya hanya bisa diam..
Ketika saya harus dihadapkan dalam satu komunitas baru, harusnya saya sadar diri, bahwa saya tidak akan pernah bisa secepat itu untuk menjadi orang yang banyak bicara..
Harusnya jika saya ingin dekat dengan seseorang, hanya orang itu saja terlebih dahulu yang saya temui...
Yang lain bukan 'pengganggu', tapi ketika ada orang lain, saya seperti di posisikan sebagai murid baru di sekolah yang tidak bisa berkutik dan tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya...
Menjadi 'patung' di tengah kerumunan orang memang sangat tidak mengenakan..
Kursinya terasa panas, semuanya serba salah...
Mereka baik, tidak ada yang salah dengan mereka... Lagi-lagi... Saya...
Sepulang dari situ saya cepat menghubungi teman baik saya, karena saya perlu 'obat' yang bisa menetralisir kegugupan saya...
Ternyata diapun sama...
Ketika harus dihadapkan dengan kondisi seperti yang saya alami hari itu, dia berkata diapun hanya akan diam..
Ternyata kami hanya lancar jika mengirimkan pesan singkat... Tetapi jika bertemu muka, kami hanya menjadi bisu...
Bagaimana jika kesempatannya hanya hari itu saja?
Masih perlu yang namanya penyesalan?
Bagaimana jika ada kesempatan lain, tetapi tetap dengan kondisi yang sama?
Saya hanya bisa menjamin bahwa keadaanpun akan tetap sama...
Saya hanya akan menjadi orang yang menghafal menu makanan dan tanpa berani mengeluarkan suara...
Mungkin yang saya perlukan kesempatan untuk bertemu dengan satu orang itu tanpa hadirnya orang lain (terlebih dahulu)...
Sepertinya jika itu yang terjadi, keadaan masih cukup mudah...
Tetapi apakah dia tertarik untuk memberikan kesempatan lain?
Sepertinya tidak...
Mau diapakan lagi, saya memang tidak sepandai orang lain yang bisa cepat berinteraksi..
Setidaknya ke depannya, sebelum melakukan sesuatu saya harus mengukur kemampuan saya terlebih dahulu...