Welas Asih..
Itu yang tepat.
Saya kerap kali mendengar, membaca mengenai hal ini, baik itu keutamaan, hal yang didapat dan banyak lagi. Sampai akhirnya saya mencoba dan merasakan nikmatnya.
Bukan karena imbalan, bukan pula karena ingin terpuji dan bukan pula karena merasa sudah berlebih, tapi karena welas asih dan tentunya karena-Nya, Yang Maha Memiliki.
Semua yang ada di dunia ini bukan milik siapapun kecuali Dia, Sang Maha Satu. Lalu mengapa saya harus bersedih ketika kehilangan sesuatu, apalagi yang bersifat materi. Ketika sudah dicukupkan, saya memohon untuk tidak menjadikan saya serakah dan ingin berlebih, sayangnya itu terlupa. Maka ketika diingatkan dengan berkurangnya harta, seharusnya saya tidak perlu marah, sepertinya saya lupa mencukupkan yang kekurangan.
Sering saya ditunjukkan cerita-cerita bagaimana orang berbagi dengan sesamanya dan bagaimana si pemberi merasakan nikmat Allah yang tak terkira, saya hanya kagum tanpa ikut bertindak dan mencontoh. Ya, saya tahu dengan memberi secara ikhlas, banyak hal baik yang didapat, bahkan bisa mendapatkan pertolongan. Pertolongan dari-Nya melalui siapapun yang tak terduga. Tapi ilmu itu tidak saya amalkan dengan baik.
Saya bersyukur, satu waktu saya diingatkan, apa yang saya punya saat ini adalah bukan kepunyaan saya. Untuk apa saya harus menggebu-gebu menyimpan, menyembunyikan sesuatu sedangkan sebagian di luar banyak yang memerlukan. Akhirnya satu waktu saya memutuskan untuk memulai hal ini, hal yang menurut saya baik, tidak sulit untuk dilakukan tapi acap kali khilaf dan terlewat. Semoga setelah ini, tidak lagi lupa.
Bukankah Allah Maha Kaya? Maka kenapa saya harus takut untuk kekurangan? Mengapa pula saya harus menjadi orang yang kikir? Sekali lagi, apa yang saya miliki bukanlah sepenuhnya milik saya. Saya yakini saya adalah manusia, dan saya adalah makhluk-Nya. Allah adalah seperti apa yang kita pikirkan, saya yakin Dia tidak akan menjadikan saya miskin ketika saya berbagi.
Benar kata orang-orang, hal baik ini memberikan ketenangan.
Seperti yang pernah saya baca, satu dikurang satu seharusnya nol, tapi tidak dengan ini. Satu dikurang satu menjadikannya sepuluh bahkan lebih. Ketika kita memberikan satu, yang kita dapat adalah sepuluh. Subhanallah
Namun, semoga kita tidak mengharapkan hal tersebut. Semoga setiap hal baik yang kita lakukan untuk orang lain, untuk makhluk lain adalah karena welas asih dan karena Allah semata, bukan karena mengharap imbalan atas apa yang kita lakukan. Aamiin..
Saya menulis ini, berharap menjadi pengingat bagi diri saya sendiri jika saya terlupa kembali satu waktu nanti.
Bukan untuk menunjukkan saya pernah melakukan sesuatu yang baik menurut saya sehingga ingin mendapat pujian, na’udzubillahimindzalik.
Bukan untuk menunjukkan saya pernah melakukan sesuatu yang baik menurut saya sehingga ingin mendapat pujian, na’udzubillahimindzalik.