Labels

Kamis, 02 Mei 2013

OCD

Kadang agak mengganggu ya, ketika saya harus memastikan sesuatu dan mengecek ulang akan sesuatu berkali - kali. Entah itu karena tidak yakin sudah benar dan selesai, atau memang khawatir yang berlebihan, atau karena lupa.

Teman atau bahkan keluarga sering komentar begini : "selalu seperti itu". Ya, ketika saya telah mengunci pintu rumah, saya akan kembali cek ulang. Mungkin sebagian orang tahu, saya akan berkali-kali mengecek pintu kendaraan, jika sudah saya parkirkan. Saya bisa berlari balik arah jika saya sudah menjauhi areal parkiran. Untuk motorpun begitu, saya akan tersiksa jika tidak kembali memastikan sudah benar dikunci.

Tapi ini bukan sekedar kunci, bahkan flushing di water closet-pun saya akan kembali mengecek itu. Meskipun saya sudah berada jauh dari toilet saya akan kembali, karena saya merasa tidak yakin atau mungkin lupa.

Siapapun yang dititipi barang oleh saya ketika bepergian mungkin pernah dibuat kesal, karena di tengah perjalanan saya akan menanyakan barang itu, dan kalau tidak ditunjukkan bahwa memang benar ada, saya belum yakin. Bukan karena tidak percaya, hanya ada yang mengganjal dan ganjalan itu harus dienyahkan dengan cara dibuktikan.

Jika saya memasukkan apapun dalam tas, begitu pula. Saya bisa tiba-tiba harus mengecek kembali dan memastikan semua sudah masuk. Meskipun sering pula ada yang terlupa.

Bagaimana dengan kartu atm, ini adalah sesuatu yang bisa saya cek lebih dari yang lain. Kalau saya keluar dari bilik atm, saya akan kembali menarik dompet untuk pastikan kartu sudah dimasukkan. Tidak berapa lama, saya akan bisa berhenti berjalan, untuk mengulang itu.

Banyak hal yang saya rasa, saya melakukan itu berulang dan berlebihan. Tapi ketika tidak dilakukan ini akan mengganggu diri saya. Saya akhirnya merasa perlu bertanya pada yang mengerti.

Hasilnya : Saya menjurus pada OCD katakanlah semi, ya semi Obsessive Compulsive Disorder. Agak mengejutkan tapi juga akhirnya saya paham dengan diri saya. 

Saya bisa tiba-tiba memiliki rasa was-was ketika tidak yakin akan sesuatu. Lalu saya juga bisa terganggu dan geli atau merinding jika melihat sesuatu tidak pada tempatnya.

Saya bisa terganggu jika melihat ada satu butir nasi di atas karpet atau di atas kursi, dan jijik sendiri. Saya juga tidak akan meminum sesuatu dari yang bukan tempatnya. Tidak juga akan meminum sesuatu dari tempat minum yang tidak biasa menurut saya. Katakanlah gelas plastik yang tidak bisa saya lihat isinya. Yang paling mengganggu, saya akan sangat merasa jijik jika melihat tissue bekas tergeletak dimana saja, namun memindahkan pada tempat yang benar juga saya tidak akan mau melakukannya.

Saya sendiri bukan orang yang rapi, barang saya tergeletak dimana saja. Jawaban dari ahli,  jika selama saya tidak mengganggap itu kotor dan menjijikan, saya memang tidak akan terganggu.

Saya tidak malu mengakui ini, juga tidak akan bangga. Justru mungkin setelah tahu saya bisa menahan dan melawan rasa was-was tersebut dan bisa berhenti atau setidaknya mengurangi hal yang dilakukan berulang-ulang.

Kalau menurut ahlinya : jika dilihat dari cirinya yang belum 'parah', saya harus bisa mengurangi itu. Mendorong diri sendiri melawan untuk dapat menghilangkan 'predikat' ini.