Penghujung tahun dihadapkan dengan kehilangan orang yang (pernah) ada untuk selamanya...
Anggota keluarga yang tengah tidak sehat yang menjadikan hati terkadang miris..
Lalu kini, harus menghadapi hal lain yang mendorong saya pada keadaaan yang tak baik...
Menutup wajah berharap ketika membukanya semua akan kembali pada situasi sebelum hari ini.
Namun kenyataannya tidak demikian.
Seperti inikah caranya?
Setiap detak dalam detik, sesak.
Entah ada apa dengan bulan Agustus dan Desember, selalu saya merasakan yang lain.
Saya seperti sedang bermain poker, saya mempertaruhkan semua yang ada, lalu kalah telak dan bangkrut. Tak lagi dapat bermain selama tidak memiliki cukup uang.
Menunggu terisi dengan sendirinya.
Butuh waktu.
Seperti itulah, tiba-tiba kosong..
Lunglai...
Obat menjadi racun..
Saya tak akan pernah mengumpat,
Tak akan pernah pula berkata tak ada pengaruhnya ada dan tidak adanya siapapun atau apapun itu.
Karena saya tak pernah tahu, kelak akan seperti apa.
Mungkinkah selama ini sebenarnya saya tengah bermimpi, lalu tiba-tiba terbangun dalam situasi yang saya kenal. Yaitu sakit.
Atau sebaliknya, hari-hari sebelumnya saya tengah terjaga, lalu sekejap saat ini tengah tertidur dan diberi mimpi buruk?
Jika benar demikian, maka bangunkan saya ketika Desember berakhir...