Labels

Rabu, 06 November 2013

Harap Maklum

Adalah seorang yang bekerja pada satu perusahaan, diwajibkan bersikap baik dan bekerja keras.
Pimpinannya? Kadang-kadang saja terlihat bekerja.
Sesekali bahkan sikapnya sama sekali tidak meng-enak-kan.
Yang memaklumi? Tentu saja yang bekerja padanya.
Ya, karena kebutuhan, tak jarang pekerja melakukan lebih dari yang seharusnya namun sekaligus menerima makian secara bersamaan.
Dongkol, namun harus diterima.

Adalah seorang pecinta, melakukan ribuan cara untuk menaklukan hati pujaannya, dengan rela tentunya. 
Sang pujaan? Kadang-kadang saja terlihat manis.
Sesekali bahkan sikapnya sama sekali tidak menyenangkan.
Yang memaklumi? Tentu saja pecinta itu.
Ya, karena kebutuhan, karena rasa kasih, karena banyak hal, pecinta itu tulus melakukan hal yang bahkan tidak pernah terbayangkan, namun menerima omelan secara bersamaan.
Tak pernah dongkol, sedih sesekali namun harus diterima.

Seperti itulah..
Merasa diperlukan, maka dianggap lumrah bersikap tak baik
Merasa memerlukan, maka wajib baginya selalu bersikap baik

Seperti itulah..
Merasa diperlukan, maka dianggap lumrah apapun yang dilakukan terhadapnya, sebaik apapun, tidak berpengaruh apapun untuknya.
Merasa memerlukan, maka wajib baginya selalu menerima, meskipun segala tindakan dan keberadaannya tidak dianggap istimewa.

Ini terjadi di banyak tempat, pada banyak kondisi.
Prosentase memaklumi, besar berpihak pada siapapun yang merasa membutuhkan.
Terselip arogansi yang muncul ketika merasa dibutuhkan.
Memang tak bisa disangkal.

Namun, ini hanya terjadi di banyak tempat, pada banyak kondisi.
Tidak semua...
Tidak selalu...